Bontang. Gagal lelang paket sepatu gratis yang diikuti sembilan perusahaan karena terbentur pada evaluasi administrasi dan teknis, menjadi pukulan telak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, untuk segera melakukan perbaikan persyaratan dalam waktu dekat. Hal ini pun mengharuskan Dinas Pendidikan bergerak cepat realisasikan pengadaan seragam sekolah gratis, jelang tahun ajaran baru 2017/2018.
Diungkapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan paket seragam gratis Disdik Bontang Saparuddin, mengingat waktu yang dimiliki semakin singkat, pihaknya berharap agar lelang seluruh paket seragam sekolah gratis pun bisa segera dilakukan. Bahkan akhir April 2017, paket baju seragam, tas, hingga sepatu diharapnya segera dibuka Unit Layanan Pengadaan (ULP) melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Kalau lelang seluruh paket bisa dibuka akhir April 2017, kami harap awal Mei sudah ada pemenang. Dan pemenang pun punya waktu cukup untuk pengadaan barang,” ujarnya saat ditemui Kamis 20 April 2017.
Saparuddin pun berharap tak ada lagi gagal lelang pengadaan seragam gratis, pada item yang belum dibuka, yakni seragam plus topi, dasi dan atribut, serta tas sekolah. Sehingga pada tahun ini secara keseluruhan paket seragam bisa tersalurkan kepada siswa di Kota Bontang, yang mencapai 38.727 siswa. Mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hinga sekolah menengah atas baik negeri maupun swasta.
Baca Juga: Peserta Tak Penuhi Persyaratan, Pengadaan Sepatu Sekolah Gratis Gagal Lelang
“Harapan kami ini bisa segera dievaluasi ULP dan untuk kemudian dilelang. Jangan sampai ada lagi gagal lelang seperti halnya sepatu. Dan paket seragam pun pada tahun ini bisa disalurkan segera,” terangnya.
Pengadaan paket seragam sekolah gratis ini memakan anggaran hingga RP 18 Miliar, yang terbagi dalam tiga item. Diantaranya baju seragam lengkap dengan topi, dasi, dan atribut sebesar Rp6,3 miliar, sepatu sekolah senilai Rp 6,7 miliar, dan tas sekolah Rp 5,3 miliar.(*)
Laporan: Sary & Aris
