Uncategorized  

Lestarikan Permainan Gasing Tradisional Melalui Komunitas

Bontang. Permainan gasing tradisional di Kota Bontang terus dipertahankan agar tak lekang oleh zaman, seperti di Kelurahan Berebas Tengah Bontang Selatan, anak-anak hingga dewasa menyukai permainan yang sempat tenggelam di tengah serbuan gadget ini.

Permainan gasing merupakan salah satu permainan rakyat, yang terus dijaga kelestariannya oleh Komunitas Gasing Tradisional Lembah Ujung. Tak hanya menyemarakkan pagelaran Erau maupun pesta adat, komunitas ini terus giat mempertahankan permainan gasing, dengan berlatih setiap Rabu dan Sabtu sore di lapangan Lembah Ujung Berebas Tengah.

Bahkan komunitas ini memproduksi gasing buatan sendiri, menggunakan empat jenis kayu. Diantaranya kayu bangris, kayu hitam, kayu ulin, hingga kayu kelengkeng.

Dijelaskan Ketua Komunitas Pencinta Gasing Tradisional Lembah Ujung, Takwin, komunitasnya kini telah beranggotakan sekitar 50 orang, terbentuk sejak 17 Agustus 2016. Keinginannya sederhana, agar permainan gasing bisa dilestarikan, dan tetap dikenal generasi saat ini hingga mendatang.

“Salah satu upayanya, dengan giat berlatih dan terus memperkenalkan serunya permainan ini,” kata Takwin saat ditemui Pktv Bontang belum lama ini.

Upaya Takwin bersama rekan-rekan satu komunitasnya itu, secara perlahan mulai menampakkan hasil. Dari sebelumnya tak menarik perhatian, kini setiap berlatih, makin banyak masyarakat sekitar yang mengetahui dan juga ingin belajar permainan gasing.

Saat gasing berputar dan diadu, menjadi keseruan tersendiri para pemain, yang berusaha menjatuhkan milik lawannya. Bermain gasing tradisional tidaklah semudah yang dilihat, ada teknik tersendiri dalam bermain.

Salah satu kuncinya terletak pada kuda-kuda serta kekuatan tangan, sehingga membuat gasing dapat berputar lebih lama. Minimal jarak lempar yang dimainkan komunitas ini sekitar 3,5 meter.

“Kini mulai banyak yang tertarik, bahkan anak kecil hingga dewasa banyak yang ikut gabung dan berlatih,” lanjut Takwin.

Meski butuh keahlian khusus, tapi yang pasti gasing bisa jadi pilihan ditengah maraknya permainan modern. Dan diharapkan dapat terus lestari dan bertahan kedepannya.

“Harapan kami demikian, agar permainan tradisional seperti gasing ini tidak hanya tinggal nama dan tetap bisa dilestarikan,” pungkas Takwin.(*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul

Exit mobile version