Bontang. Masyarakat Kutai hingga saat ini masih kuat memelihara kelestarian permainan tradisional, ditengah gempuran ragam permainan modern. Hal ini pun ditunjukkan masyarakat Kutai dalam gelaran Erau Pelas Benua Guntung 2017, melalui kompetisi permainan tradisional sebagai ajang bergengsi.
Salah satunya, melalui permainan tradisional Belogo. Yakni permainan menggunakan perangkat utama kepingan berbentuk segi lima, yang disebut Logo, terbuat dari batok kelapa. Logo dimainkan dengan cara dicungkil menggunakan sebuah tongkat yang disebut campak.
“Permainan Belogo bisa dilakukan secara beregu maupun perorangan. Namun erau kali ini berupa permainan perorangan. Dimana pemain mendapatkan masing-masing 10 kali putaran memukul, untuk mengumpulkan poin,” kata Panitia Lomba Mustakim.
Dikatakannya, lomba ini dikuti 50 peserta, dari berbagai Kelurahan se-Kota Bontang. Selain belogo, berbagai perlombaan lain pun turut dilombakan, seperti lomba gasing, sumpit, lomba tari, serta berbagai lomba kesenian lainnya.(*)

*Logo dan Campak sebagai perangkat utama permainan
Laporan: Mansur