Bontang. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Bonnie Sukardi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menunjukkan komitmennya dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2025, yang digelar pada Rabu (3/12/2025), bertempat di Balai Pertemuan Umum RT. 14 BTN PKT, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat, sejumlah isu krusial pembangunan menjadi fokus utama.
Antusiasme warga dari Kecamatan Bontang Barat sangat tinggi, ini dibuktikan dengan hadirnya ratusan warga dari Kelurahan Belimbing, Kanaan, dan Telihan, menandakan besarnya harapan terhadap kinerja wakil rakyat.
Salah satu persoalan paling mendesak yang disampaikan warga adalah maraknya kelongsoran dan penurunan tanah di beberapa titik kritis. Fenomena ini, yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi, menimbulkan kekhawatiran serius di kawasan padat penduduk seperti BTN PKT, Perumahan Pesona Bukit Sintuk, dan lokasi lainnya di Kelurahan Belimbing.
“Persoalan kelongsoran ini sangat penting dan sudah mendapat respons baik dari dinas terkait, seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Bidang Sumber Daya Air. Kami akan terus memonitor tindak lanjutnya,” tegas Bonnie, memastikan bahwa penanganan perseolan tersebut menjadi prioritas utama.
Selain masalah tanah, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah wilayah juga menjadi keluhan utama. Warga berharap dengan adanya penambahan PJU, rasa aman dan nyaman saat beraktivitas di malam hari dapat meningkat, sekaligus menekan potensi tindak kriminalitas.
Keluhan terkait PJU ini langsung dicatat oleh Bonnie Sukardi dan timnya untuk diusulkan dan dimasukkan dalam rencana penambahan penerangan ke depannya, melalui jalur anggaran yang tersedia.
Bonnie Sukardi menjelaskan bahwa kegiatan reses adalah kewajiban konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi langsung dari konstituen. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi warga dan menjamin bahwa setiap masukan yang disampaikan akan diperjuangkan.
“Reses ini penting untuk memastikan setiap masukan warga dapat ditindaklanjuti. Saya akan kawal aspirasi ini melalui berbagai jalur resmi, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan, hingga koordinasi intensif dengan dinas-dinas terkait. Tujuannya hanya satu, mewujudkan pembangunan Kota Bontang yang lebih merata dan berkualitas,” ujar Bonnie.
Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi wadah penyampaian keluhan, tetapi juga sebagai kolaborasi erat antara wakil rakyat dan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
