MUI Bontang Tegaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Adalah Ulah Oknum, Pembinaan Karakter Terus Diperkuat

Ketua Umum MUI Kota Bontang, KH. Misbahul Munir. (FOTO: Nazar/PKTV)
Bontang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang memberikan tanggapan tegas terkait terungkapnya kasus dugaan pencabulan di salah satu pondok pesantren di wilayah Bontang Selatan baru-baru ini. Ketua Umum MUI Kota Bontang, KH. Misbahul Munir, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan perbuatan oknum dan tidak mencerminkan nilai-nilai lembaga pesantren secara keseluruhan. Menurutnya, tidak ada satu pun pesantren yang bertujuan merusak moralitas santrinya.
“Setiap pondok pesantren tentu ingin memberikan pendidikan dan kebaikan terbaik bagi para santri. Jika terjadi pelanggaran, itu adalah faktor oknum. Karena itu, yang harus ditindak dan dikeluarkan adalah oknumnya, bukan merusak atau menghancurkan lembaganya,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret dalam mencegah kejadian serupa serta menjaga kesehatan mental dan moralitas para santri maupun remaja di Bontang, MUI Kota Bontang telah dan sedang menjalankan serangkaian program pembinaan secara berkesinambungan.
“Guna mencegah terulangnya kasus serupa dan menjaga moralitas remaja, MUI Kota Bontang telah menggelar kegiatan pembinaan batin serta healing bagi 75 peserta dari kalangan santri dan pelajar. Agenda ini mengandeng berbagai pihak lintas sektor, mulai dari dokter spesialis, Puskesmas, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) untuk mengedukasi generasi muda terkait kesehatan reproduksi dan bahaya pergaulan bebas,” terangnya.
Selain itu, MUI Kota Bontang turut merangkul 75 perwakilan pelajar, santri, dan organisasi kemasyarakatan dalam sosialisasi deteksi dini radikalisme. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkokoh benteng moral serta jiwa kebangsaan anak muda melalui penguatan empat pilar utama, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.
Sebagai bentuk perlindungan menyeluruh terhadap ancaman masalah sosial di lingkungan remaja, MUI Kota Bontang juga telah mengagendakan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan narkoba yang menyasar berbagai lini pada bulan berikutnya. Ketiga fokus program ini menjadi komitmen nyata MUI dalam membina dan menjaga masa depan generasi muda di Kota Bontang.
“Pergaulan bebas, narkoba, dan radikalisme merupakan tiga fokus isu utama yang sedang ditangani MUI Kota Bontang tahun ini. Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama menjaga dan membina anak-anak demi masa depan bangsa,” pungkasnya.
Exit mobile version