Nursalam Minta PTM TK dan SD Ditinjau Ulang

Anggota DPRD Bontang Nursalam (FOTO: Rudy/PKTV)

Bontang. Munculnya varian baru COVID-19 jenis mu membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang meminta pemerintah untuk dapat meninjau ulang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kota bontang, khususnya untuk tingkat taman kanak kanak dan sekolah dasar. Pasalnya, varian baru COVID-19 tersebut sangat cepat penularannya di kalangan anak-anak. Terlebih perilaku anak usia Taman Kanak-Kanan (TK) dan Sekolah Dasar (SD) masih kerap sulit menerapkan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Bontang Nursalam, melalui interupsi di sela-sela Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang 2022 yang digelar pada Selasa (14/9/2021), Nursalam meminta Wali Kota Bontang untuk meninjau kembali pelaksanaan PTM terbatas, khususnya di kalangan TK dan sekolah dasar SD.

Nursalam menilai anak-anak usia TK dan SD masih kerap sulit menerapkan protokol kesehatan, sementara COVID-19 varian baru telah muncul dan diklaim sangat rentan penyebarannya di kalangan anak-anak. Tidak hanya itu, keluarnya surat edaran dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang meminta seluruh Bupati dan Wali Kota untuk meninjau ulang pelaksanaan ptm terbatas, juga menjadi salah satu alasan DPRD meminta hal itu ke pemerintah.

“Menurut saya untuk anak SD, apalagi TK, PTM perlu dipertimbangkan kembali. Karena katanya ada edaran Gubernur soal meninjau kembali kegiatan PTM untuk TK dan SD,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bontang Basri Rase, mengaku setuju dengan pendapat para anggota DPRD ini. Basri menilai pelaksanaan PTM terbatas di tengah munculnya varian baru COVID-19 yakni MU, cukup beresiko. Olehnya, dirinya memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam pemberian izin pelaksanaan PTM terbatas.

“Saya setuju untuk meninjau kembali PTM terbatas, karena belum semua guru-guru kita berserta anak-anak kita telah divaksinasi, terutama anak-anak TK, PAUD, dan SD. Apalagi dengan adanya varian MU yang tingkat penyebarannya lebih cepat di kalangan anak-anak,” jelasnya.

Untuk diketahui, hingga kini tercatat ada 9 sekolah baik negeri maupun swasta yang sudah mengantongi izin dari dinas pendidikan dan kebudayaan kota bontang untuk menggelar PTM terbatas. 9 sekolah tersebut yakni, SDN 001 Bontang Utara, SDN 006 Bontang Utara, SDN 008 Bontang Utara, SDN 015 Selangan, SMPN 7, SD IT Asy Syaamil, SD IT Cahaya Fikri, SD Kreatif Muhammadiyah 2 dan SMP Bahrul Ulum.

Laporan: Sary | Rudy

Zeen is a next generation WordPress theme. It’s powerful, beautifully designed and comes with everything you need to engage your visitors and increase conversions.