Sangatta. Buah hati Tara Reghita Sulistya yang beralamat di Jalan Rapak Lahong RT.001 Desa Pelawan Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur (Kutim), harus berlapang dada. Buah hati yang dilahirkannya mengalami kelainan usus besar, dimana ususnya berada di luar tubuh.
Ibunda Tara yang juga merupakan nenek dari bayi tersebut, Rusma Lela, mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka kondisi bayi yang dilahirkan putrinya seperti itu, karena selama dalam kandungan tidak pernah melihat hal yang aneh pada diri anaknya.
Setelah dilahirkan, Rusma bersama tetangga dengan lembut mengantarkan cucu kesayangan ke Sangatta menempuh perjalanan kurang lebih 5 Jam dari Sangkulirang dan pagi harinya melanjutkan perjalanan ke Samarinda untuk mendapatkan perawatan bagi cucunya.
“Ibunya tidak bisa ikut serta karena masih dalam perawatan pasca melahirkan,” ungkapnya.
Ketua Hijabers Community Kutim Munirah Masse, saat dihubungi via telepon menjelaskan bahwa pada tanggal 10 Oktober 2021 malam dirinya mendapatkan informasi dari seorang teman bahwa ada bayi asal Desa Pelawan sedang membutuhkan uluran tangan.
“Kami menerima informasi dari teman, Bayi Asal Sangkulirang sedang membutuhkan uluran tangan kita semua, terlahir sehat namun Qoddarulloh bayi ditindak lanjuti (Usus besar semua berada diluar)”
Lebih lanjut Munirah mengatakan telah melakukan komunikasi dengan bidang dan keluarga bayi tersebut untuk meminta bayinya dibawah ke RSUD Kudungga Sangatta.
“Komunikasi dengan bidang setempat akhirnya kami mencoba meminta bayinya dibawah ke RS Kudungga dan Alhamdulillah Ba’da maghrib Nenek dan Bayi smpi di RS Kudungga diantar oleh tetangga nya dengan biaya patungan,” jelasnya.
Munirah kembali menceritakan, setibanya di RSUD Kudungga, Hijabers Community Kutim bersama As Sunnah Peduli Sangatta cinta sedekah dan Rumah Dhuafa terus melakukan koordinasi guna memberikan penanganan cepat terhadap buah hati Tara Rehita Sulistya, untuk selanjutnya di rujuk ke RSUD AWS Samarinda agar mendapatkan penanganan dari Dokter Spesialis Bedah Anak.
“Alhamdulillah, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Ketua I DPRD Asti Mazar Bulang telah membantu dalam proses penanganan Bayi Nyonya Tara,” terangnya.
Untuk diketahui, bersama saat ini bayi dari Tara sudah dalam penanganan instensive dan seluruh biaya pengobatan Ananda di tanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Sosial (Dinsos) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Munirah menyampaikan terima kasihnya kepada Dokter Yuwana Eska Suwandi, yang telah memberikan arahan, juga berterima kasih kepada Felly Lung yang sempat mereka hubungi, serta mengucapkan terima kasih kepada semua donatur.
“Insyaaa Allah semua Dana yang masuk akan kami kumpulkan dan akan kami serahkan kepihak keluarga untuk biaya kehidupan sehari-hari selama disamarinda dan semoga Dana yang terkumpul bisa membantu meringankan beban orang tua Ananda dan memudahkan untuk membayar utang yg dipinjam saat menjalani persalinan. Doa kami untuk Ananda semoga diberikan umur panjang sehat kembali berkumpul dengan keluarga. Aamiin,” pungkasnya.
Hijabers Community Kutim bersama As Sunnah Peduli Sangatta cinta sedekah dan Rumah Dhuafa memawakili pihak keluarga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua masyarakat Kutim yang begitu cepat merespon info.
Laporan: Shena
