Berita  

Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Kejari Tenggarong Jelang Erau 2026 dan Penataan Aset Daerah

Tenggarong. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memperkuat sinergitas bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tenggarong. Langkah ini ditandai melalui penandatanganan perjanjian kolaborasi antara Pemkab Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dengan Kejari Tenggarong di Pendopo Odah Etam, Tenggarong.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada pendampingan hukum dan administrasi untuk berbagai program strategis daerah, termasuk pengawasan pengelolaan dana hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk penyelenggaraan Festival Budaya Adat Erau 2026.

“Pendampingan dari pihak kejaksaan ini sangat diperlukan agar setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan, dapat berjalan sesuai dengan regulasi. Dengan demikian, seluruh program daerah yang menggunakan anggaran pemerintah bisa terlaksana secara tertib, transparan, dan akuntabel,” ujar Aulia.

Selain sektor kebudayaan, kolaborasi dengan Kejari Tenggarong juga diarahkan pada langkah penertiban serta pemulihan aset-aset milik Pemkab Kukar melalui inventarisasi menyeluruh bersama BPKAD.

“Terhadap aset daerah yang status kepemilikannya belum jelas, akan kami telusuri kembali berdasarkan dokumen dan aturan hukum yang berlaku. Jika terbukti bukan milik Pemkab, tentu akan kami kembalikan kepada yang berhak. Namun, jika aset tersebut sah milik pemerintah daerah tetapi masih dikuasai pihak lain, kami akan ambil langkah pengembalian sesuai mekanisme. Aset yang berhasil ditertibkan ini nantinya harus dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan daerah,” tegasnya.

Bersamaan dengan agenda tersebut, Pemkab Kukar juga resmi menggelar kick-off peluncuran Festival Budaya Adat Erau 2026 sebagai penanda dimulainya rangkaian persiapan. Aulia menambahkan bahwa Pemkab Kukar berencana menyosialisasikan ajang ini ke 10 kabupaten/kota di Kaltim yang memiliki keterikatan sejarah dengan budaya Kutai.

“Melalui kick-off ini, kami ingin memastikan seluruh rangkaian Erau dapat dilaksanakan secara utuh tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi dan kesakralan yang diwariskan turun-temurun. Kami juga ingin meningkatkan keterlibatan masyarakat luas melalui ajang seni dan olahraga tradisional, sekaligus menjadikan Erau sebagai momentum memperkuat silaturahmi kebudayaan Kutai di seluruh Kalimantan Timur,” pungkas Aulia.

 

Exit mobile version