Bontang. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan menggelar penandatanganan komitmen kinerja Posyandu sekaligus penyerahan sarana pendukung Posyandu, yang berlangsung di Auditorium 3D pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat, seiring transformasi sistem kesehatan dan percepatan digitalisasi layanan.
Pada tahap awal, Pemkot Bontang menyerahkan sebanyak 79 unit laptop yang akan digunakan untuk mendukung operasional Posyandu, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan kegiatan secara digital. Selain itu, berbagai sarana dan prasarana kesehatan juga disalurkan secara bertahap, di antaranya timbangan bayi, timbangan injak, alat ukur panjang dan tinggi badan, pita lingkar lengan, pita lingkar kepala, tensimeter digital, povidone iodine, serta masker medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bachtiar Mabe, menyampaikan bahwa penandatanganan komitmen kinerja ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan di tingkat kelurahan. Ia menegaskan, Posyandu diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, berkelanjutan, dan berbasis data yang akurat.
“Melalui komitmen ini, kami berharap Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, berkelanjutan, serta berbasis data yang akurat, sehingga program kesehatan dapat direncanakan dan dievaluasi dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain pemenuhan sarana, peningkatan kapasitas kader Posyandu juga menjadi fokus utama. Hingga saat ini, sebanyak 420 kader Posyandu telah mengikuti pelatihan hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar sekaligus garda terdepan dalam penanganan stunting.
“Peran kader sekarang tidak hanya menimbang balita, tetapi juga memberikan edukasi gizi, melakukan deteksi dini, mendampingi ibu hamil hingga lansia, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Neni juga berharap seluruh sarana yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta dikalibrasi secara berkala agar data kesehatan yang dihasilkan akurat dan intervensi kesehatan dapat tepat sasaran.



