Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan, sekolah, dan tokoh yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penghargaan ini diberikan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 dan berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara langsung menyerahkan penghargaan PROPER, Adiwiyata, dan Kalpataru kepada para penerima yang dinilai aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Sebanyak 15 perusahaan menerima peringkat Emas atas inovasi mereka dalam pengurangan emisi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Selain itu, 39 perusahaan menerima peringkat Hijau, 184 perusahaan memperoleh peringkat Biru, sementara 40 perusahaan masih berstatus Merah.
Di sektor pendidikan, sebanyak 54 sekolah memperoleh piagam Adiwiyata Provinsi. Sekolah-sekolah ini dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai peduli dan berbudaya lingkungan hidup dalam kurikulum serta aktivitas sekolah.
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye penghentian penggunaan kantong plastik di lingkungan pemerintahan. Ia menyebutkan bahwa kantong plastik telah menjadi ancaman serius bagi kelangsungan makhluk hidup dan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan bagi para pelaku usaha.
“Kalau ingin berbisnis di Kalimantan Timur, patuhi aturan lingkungan yang berlaku,” tegasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, menambahkan bahwa para penerima penghargaan dipilih berdasarkan perhatian mereka terhadap lingkungan dari berbagai aspek, baik darat, air, maupun udara. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh jenis usaha wajib memenuhi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai ketentuan pemerintah.
Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan Deklarasi Sampah oleh Gubernur Kaltim, yang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menjadi pelopor pembangunan rendah karbon seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara.



