Bontang. Walau di masa pandemi COVID-19, menjelang Hari Raya Lebaran tahun ini jasa penggilingan daging sapi di pasar tradisional Tanjung Limau yang terletak di Jalan Mulawarman, tetap mengalami kebanjiran pesanan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya antrian orang yang hendak mengiling daging di tempat tersebut pada Senin (18/5/2020).
Pemilik penggilingan daging di Pasar Tanjung Limau Teh Yani, mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa khawatir penggilingan miliknya akan sepi, ternyata di luar ekspektasinya ternyata tahun ini tetap ramai orang yang hendak menggiling daging di tempatnya, bahkan ada yang harus antri selama 1 hingga 2 jam untuk dapat dilayani.
“Awalnya saya berpikir Hari Raya tahun ini penggilingan akan sepi karena berbarengan dengan pandemi Corona. Ternyata konsumen yang akan menggiling daging semakin hari semakin ramai, bahkan rela antri untuk menggiling daging,” ungkapnya.
Dirinya mengaku bahwa omset yang didapatkannya menjelang Hari Raya Lebaran tahun ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi, dimana pada hari biasanya dirinya hanya mengiling 50 Kg daging tetapi saat ini bisa mencapai 100 Kg perhari.
“Saya tidak pernah menaikan harga jasa penggilingan, harga saya patok Rp.10.000 untuk semua penggilingan daging, baik itu gilingan daging sapi, ayam,dan ikan. Dan sudah 2 minggu ini pengilingan saya sangat ramai sehingga omset penggilingan saya naik,” jelasnya.
Laporan: Hesti
