Pengurus FKDM Bontang Dilantik, Pemkot Tekankan Penguatan Deteksi Dini

Bontang. Pemerintah Kota Bontang memperkuat upaya menjaga keamanan dan kondusivitas daerah melalui pelantikan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bontang periode 2026-2031. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu meningkatkan peran masyarakat dalam mendeteksi berbagai potensi persoalan yang dapat mengganggu ketenteraman dan stabilitas daerah.

Ketua FKDM Kota Bontang periode 2026-2031, Ahmad Bajuri, mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah yang diberikan. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Pelantikan ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah. Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujar Ahmad Bajuri.

Bajuri mengatakan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung upaya kewaspadaan dini. Ia menilai informasi dari masyarakat dapat membantu pemerintah dan pihak terkait mengetahui potensi persoalan lebih cepat sehingga dapat segera dilakukan langkah antisipasi.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menekankan pentingnya peran FKDM dalam memetakan berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Pemetaan tersebut mencakup situasi politik, keamanan, hingga berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi kondusivitas daerah.

“FKDM harus bisa memetakan situasi politik, keamanan, dan berbagai permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat,” kata Neni Moerniaeni. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan Kota Bontang.

“Jangan bekerja sendiri. Kita harus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Kota Bontang,” tegasnya.

Melalui kepengurusan baru periode 2026-2031, Pemkot Bontang berharap FKDM dapat semakin aktif membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan unsur terkait dinilai penting untuk memastikan setiap potensi persoalan dapat dideteksi dan ditangani sejak awal.

Penguatan deteksi dini tersebut diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan berkembang menjadi gangguan terhadap ketenteraman dan stabilitas daerah. Dengan peran aktif FKDM dan dukungan masyarakat, Pemkot Bontang berupaya menjaga situasi kota tetap aman, kondusif, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Exit mobile version