Bontang. Komitmen Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang dalam mempercepat transformasi digital kembali ditegaskan. Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, bersama tim teknis menghadiri Capacity Building Penyusunan Roadmap Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) dan Pendampingan Pengisian IETPD Semester I Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur ini berlangsung pada 16–17 Juli 2026 di Nusa Tenggara Timur. Forum tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, serta Pemerintah Daerah Manggarai Barat untuk membahas arah kebijakan nasional percepatan ETPD.
Salah satu fokus utama dalam forum tersebut adalah pembaruan mekanisme penilaian Indeks ETPD. Penilaian kini tidak hanya mengandalkan hasil pengisian instrumen Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), melainkan juga mencakup pengolahan data, penyelarasan data sekunder, hingga survei publik oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, pemerintah daerah diwajibkan menyusun Roadmap IETPD sesuai petunjuk teknis terbaru dan menetapkan rencana aksi tahunan.
Merespons arah kebijakan tersebut, Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, menegaskan langkah strategis yang tengah disiapkan oleh Pemerintah Kota Bontang untuk menyelaraskan diri dengan standar nasional.
“Kota Bontang telah menyusun rencana aksi tahunan yang akan ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota, sekaligus akan melakukan penyegaran Roadmap IETPD agar selaras dengan kondisi aktual, kebutuhan daerah, dan arah kebijakan nasional,” ujarnya.
Bagi Bapenda Kota Bontang, percepatan digitalisasi bukan sekadar bentuk penyesuaian terhadap kemajuan teknologi, melainkan strategi nyata dalam menghadirkan tata kelola pendapatan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Melalui penguatan peran TP2DD, Bapenda berkomitmen mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, aman, dan modern.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan roadmap yang adaptif, rencana aksi yang terukur, dan kolaborasi yang kuat, Bapenda Kota Bontang siap mengakselerasi transformasi digital demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang unggul, berdaya saing, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas menuju Bontang yang lebih maju,” tegasnya.



