Pererat Ukhuwah Ramadan, Ratusan Santri Samarinda Gelar Buka Puasa Bersama

Samarinda. 300 santri dari berbagai daerah di Kota Samarinda mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan empat pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar santri sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Ratusan santri dari empat pondok pesantren tersebut berkumpul dalam kegiatan yang digelar di Jalan Raudah, kawasan Teluk Lerong, Samarinda Ulu. Para peserta datang dari sejumlah wilayah di Kalimantan Timur untuk mengikuti rangkaian kegiatan religius sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di bulan Ramadan.

Acara yang menghadirkan empat lembaga Al-Qur’an ini diselenggarakan atas inisiasi PPPA Daarul Qur’an Kalimantan Timur. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah keagamaan bertema Ramadan, serta doa bersama yang diikuti seluruh peserta.

Pembina PPPA Daarul Qur’an Kaltim, Hajah SB Yaumid, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap makna ibadah puasa. Melalui kegiatan seperti ini anak-anak muda diharapkan semakin memahami nilai-nilai Ramadan.

“sekaligus menumbuhkan karakter yang baik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Suasana kegiatan terlihat meriah dengan antusiasme para peserta yang didominasi anak-anak santri. Mereka mengikuti setiap rangkaian acara hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua BION Kaltim, Muhammad Syafi’i, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, Kegiatan seperti ini sangat positif karena para santri dari berbagai pesantren bisa saling bertemu, saling mengenal, dan mempererat ukhuwah.

“Harapannya kebersamaan seperti ini bisa terus terjaga dan memberi semangat bagi para santri dalam menuntut ilmu serta mengamalkan nilai-nilai Islam,” katanya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di bulan Ramadan dapat terus tumbuh dan terjaga, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.

Writer: Hendrikus Gantur
Exit mobile version