Bontang. Memperingati hari jadi pemadam kebakaran (PMK) yang ke-98 tahun, Pemerintah Kota Bontang menggelar upacara di lapangan Gedung Olah Raga (GOR) PT Pupuk Kaltim, diikuti berbagai instansi terkait dari Pemerintah dan perusahaan se-Kota Bontang. Dan turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Selasa 21 Maret 2017.
Dalam amanat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang dibacakan Walikota Neni Moerniaeni, melalui peringatan HUT tahun ini, diharapkan dapat menjadi penyemangat dalam gerakan perang terhadap kebakaran, dengan mengedepankan upaya preventif (pencegahan).
Dimana kebakaran merupakan salah satu bencana dengan banyak kerugian. Seperti halnya korban jiwa, kerugian materil, kehilangan pencaharian, kemunduran ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Bahkan menimbulkan bencana pencemaran asap (polusi).
“Selain itu kapasitas dan kapabilitas personil dan kelembagaan damkar dapat terus ditingkatkan, guna menyongsong tugas yang semakin kompleks dimasa mendatang,” papar Neni.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah turut memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah instansi dan perusahaan, yang telah berperan aktif dalam penanggulangan bencana kebakaran di Kota Bontang. Diantaranya Kodim 0908 Bontang, Polres Bontang, PT Pupuk Kaltim, PT Badak NGL, Radio Antar Penduduk (RAPI), ORARI, PLN, dan PDAM.
Penghargaan khusus juga diberikan kepada salah satu personil PMK yang meninggal dunia saat menjalankan tugas tahun 2013 lalu, atas nama Imran. Dan putranya diberikan beasiswa selama menempuh pendidikan oleh Pemerintah Kota Bontang.
Tak hanya itu tim gabungan PMK dari berbagai instansi baik pemerintah dan perusahaan menggelar aksi penyelamatan korban kebakaran dan pemadaman api.
Baik dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pemadaman dari ketinggian, hingga penyelamatan dan evakuasi korban. Diakhir kegiatan, seluruh tim damkar melakukan defile mengelilingi Kota Bontang. (*)
Laporan: Mansur
