Perkuat ETPD, Bapenda Bontang Bersama BI dan Bank Kaltimtara Siap Integrasikan Layanan Digital

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; runfunc: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.1000,0.0000; motionR: 65537; delta:1; bokeh:1; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8388608;cct_value: 0;AI_Scene: (0, 0);aec_lux: 186.42052;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: weather?null, icon:null, weatherInfo:100;temperature: 35;zeissColor: nature;

Bontang. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sinergi dan Kolaborasi TP2D dalam Mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk Bontang Berbenah, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang ini menjadi langkah krusial dalam mengakselerasi tata kelola keuangan daerah berbasis digital.

Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, menegaskan bahwa implementasi ETPD bukan sebatas penggunaan teknologi modern, melainkan komitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada kemudahan pelayanan bagi masyarakat.

“Elektronifikasi bukan semata-mata tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan kemudahan dan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Bontang,” tegasnya saat membuka pemaparan.

Dalam kesempatan tersebut, Bapenda memaparkan hingga Juli 2026, realisasi Pajak Daerah Kota Bontang telah mencapai Rp138 miliar (60,83%) dari target Rp226 miliar, dengan dominasi penerimaan kanal digital sebesar Rp130 miliar (79,2%) yang dipimpin oleh PBB-P2, PBJT Tenaga Listrik, dan PBJT Makanan/Minuman. Pada sektor Retribusi Daerah, penerimaan menyentuh Rp78 miliar (61,05%) dari target Rp128 miliar, di mana kanal digital menyumbang Rp73 miliar dengan nilai tertinggi dicatat oleh RSUD Taman Husada, DLH, dan Disperkim, serta volume transaksi terbanyak diraih oleh DKUMPP.

Sebagai tindak lanjut keterbukaan informasi publik, Bapenda Bontang berencana mengintegrasikan dashboard capaian transaksi digital tersebut ke dalam Super Apps milik Diskominfo Kota Bontang agar dapat diakses masyarakat secara langsung dan real-time.

Penguatan ETPD ini turut mendapat dukungan penuh dari perwakilan instansi keuangan yang hadir sebagai narasumber. Analis Fungsi Implementasi Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur, Hendro Prasetyo Nugroho, menekankan pentingnya penguatan ETPD untuk mendorong efisiensi dan transparansi pendapatan daerah di Kaltim. Sementara itu, Kepala Cabang Bank Kaltimtara Bontang, Arie Herlambang, menyatakan kesiapan infrastruktur perbankan dalam memfasilitasi integrasi sistem pembayaran digital pajak dan retribusi daerah guna menyukseskan program Bontang Berbenah.

Exit mobile version