Uncategorized  

Pertama di Indonesia, Pupuk Kaltim Raih Sertifikat Protect and Sustain dari IFA

Bontang. Memasuki usia ke-40, PT Pupuk Kaltim kembali meraih prestasi membanggakan di kancah internasional, dengan mendapat sertifikat Protect and Sustain dari Asosiasi Pupuk Internasional atau International Fertilizer Association (IFA), terkait keunggulan penatagunaan produk di Indonesia.

Penghargaan diberikan langsung IFA Chairman Rakesh Kapur, diterima Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana, pada IFA Strategic Forum di The Dolder Grand Hotel, Zurich, Switzerland. Rabu, 15 November 2017.

Sertifikat ini merupakan pertama kali diberikan di Indonesia, dan Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama meraih sertifikat tersebut.

Dengan diraihnya sertifikat ini, Pupuk Kaltim kata Bagya Sugihartana, menunjukkan status terkini sebagai perusahaan pupuk kelas dunia. Sekaligus membuktikan komitmen perusahaan dalam mencapai tingkat keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan yang lebih baik di seluruh lini bisnis Perusahaan.

“Mulai dari pengembangan bisnis, material dan bahan baku, proses produksi, distrubusi produk hingga ke tangan konsumen (end user),” ujar Bagya.

Sebelumnya mendapat pengakuan melalui sertifikat ini, Pupuk Kaltim pun melalui audit yang dilaksanakan Juli 2017 lalu oleh PT SGS Indonesia. Adanya sertifikasi IFA Protect and Sustain, sejumlah manfaat yang akan diperolah antara kondisi kerja yang lebih aman, karyawan yang lebih berkomitmen, serta keamanan bagi konsumen dan masyarakat.

“Semoga dengan diraihnya sertifikat ini, Pupuk Kaltim dapat memperluas pasar ekspor sehingga keuntungan Perusahaan dapat terus meningkat kedepannya,”
tambah Bagya.

Sementara Kepala Penjualan Internasional PT SGS Jeff Dowson, mengatakan pihaknya memiliki kebanggaan atas prestasi ini kepada Pupuk Kaltim, yang berhasil meraih sertifikat Protect and Sustain IFA 2017.

“Dengan tingkat pelayanan yang unggul, Pupuk Kaltim telah memperkuat komitmen menghasilkan produk yang ramah lingkungan, serta memperkuat keunggulan kompetitif, dengan menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikat ini,” kata Jeff Dowson. (Nav)

 

Laporan: Navra | Humas Pupuk Kaltim

Exit mobile version