Uncategorized  

Polres Bontang Tilang 954 Pengendara Selama Operasi Zebra Mahakam 2016

Bontang. Jumlah pelanggaran kendaraan bermotor oleh warga Bontang masih tinggi, terutama untuk pengendara roda dua, dengan kecenderungan belum tertib dalam berlalu lintas. Hal itu dibuktikan melalui hasil data tilang yang diperoleh Satlantas Polres Bontang, selama Operasi Zebra Mahakam 2016 yang dilaksanakan sejak 16 November 2016 lalu.

Tercatat pada tahun ini Satlantas Polres Bontang melakukan penindakan atau upaya represif terhadap 954 pengendara. Sebanyak 936 diantaranya berupa penilangan pengendara roda dua, dan 18 lainnya pelanggaran jenis roda empat atau lebih.

Jika dibanding tahun sebelumnya, tingkat pelanggaran untuk kendaraan roda dua mengalami peningkatan sebesar 4,29 persen, atau sebanyak 859 pelanggaran.

“Dominasi pelanggaran paling banyak yakni tidak mengindahkan rambu lalu lintas, kemudian tidak adanya kelengkapan berkendara seperti spion, dan tindakan melawan arus. Termasuk tidak lengkapnya surat kendaraan, serta tidak patuh isyarat traffic light,” ujar Kasatlantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono.

Sementara untuk pelanggaran oleh pengendara roda empat atau lebih, justru mengalami penurunan dari tahun 2015 lalu yang mencapai 91 pelanggaran. Itupun disebabkan muatan dan surat kendaraan yang tidak lengkap.

“Tahun ini untuk roda empat hanya 18 pelanggaran, ditambah satu kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia,” tambahnya.

Selain upaya represif atau penindakan hukum, pada operasi zebra mahakam 2016 turut dilakukan kegiatan preventif berupa sosialisasi ke sejumlah sekolah, kampanye keselamatan di tempat keramaian, sosialisasi kamseltibcar kepada masyarakat dan komunitas otomotif, serta pelatihan mengemudi bagi supir bus.

“Meski porsi penindakan sebanyak 80 persen, namun langkah pencegahan dan edukasi guna membangun peradaban dalam budaya tertib lalu lintas harus dilakukan. Terutama agar terbangun kondisi lalu lintas yang nyaman, dan pengendara dapat mengutamakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas,” pungkas AKP Irawan. (*)

 

Laporan : Yuli & Mansur

Exit mobile version