Samarinda. Kesehatan fisik dan mental atlet menjadi kunci utama dalam meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Untuk memperkuat aspek tersebut, Pengurus Besar Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) resmi melantik kepengurusan PPKORI Provinsi Kalimantan Timur periode 2024–2028.
Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Pusdiklat Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, dengan diikuti puluhan pengurus PPKORI Kaltim. Kehadiran organisasi ini diproyeksikan sebagai mitra strategis KONI Kalimantan Timur dalam memberikan dukungan medis guna mendongkrak performa atlet Benua Etam.
Kepengurusan PPKORI Kaltim periode ini diperkuat oleh jajaran dokter spesialis dengan keahlian di bidang kedokteran olahraga. Fokus utama mereka adalah mitigasi cedera serta percepatan pemulihan atlet agar tetap berada dalam kondisi prima di tengah tingginya intensitas latihan dan kompetisi.
Ketua Umum PPKORI Kaltim terpilih periode 2024–2028, HM Sadik Sahil, mengatakan pihaknya siap mendukung penuh program pembinaan olahraga yang telah dirancang KONI Kaltim.
“Sebagai mitra strategis KONI Kalimantan Timur, kami akan memastikan seluruh program kerja PPKORI selaras dengan roadmap pembinaan olahraga yang sudah ditetapkan KONI. Tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan dan kesiapan atlet secara menyeluruh,” ujar Sadik.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menilai keberadaan PPKORI menjadi kebutuhan penting dalam sistem pembinaan atlet modern.
“Peran PPKORI sangat dibutuhkan untuk memperkuat pilar keolahragaan, khususnya dalam pendampingan medis atlet agar mereka bisa tampil maksimal dan berprestasi di level daerah, nasional, hingga internasional,” tegas Rusdiansyah.
Dengan dilantiknya kepengurusan PPKORI Kaltim ini, target besar pun dicanangkan. Rusdiansyah menambahkan bahwa Kalimantan Timur harus mampu bersinar pada ajang Pekan Olahraga Nasional mendatang.
“Kami menargetkan Kalimantan Timur bisa menembus tiga besar pada PON 2028. Dukungan kesehatan olahraga yang kuat menjadi salah satu faktor penentunya,” tambahnya.
Dukungan kepengurusan tenaga medis di bidang olahraga ini diharapkan menjadi standar baru pembinaan olahraga di Kalimantan Timur, demi mewujudkan mimpi atlet daerah untuk naik ke podium tertinggi di kancah nasional maupun internasional.



