Bontang. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus berkomitmen menjadi perusahaan yang konsisten menerapkan prinsip industri hijau dalam setiap proses produksi, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Berbagai upaya dilakukan guna mencapai tujuan tersebut, baik pengurangan konsumsi energi dalam menekan emisi, serta meningkatkan kontribusi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
Guna memastikan seluruh upaya tersebut berjalan sesuai standar, sekaligus mengacu pada perundang-undangan yang berlaku. Pupuk Kaltim kembali melaksanakan audit sertifikasi ISO 50001:2011 tentang sistem manajemen energi di pabrik 1A dan pabrik 3, Audit tersebut bertujuan untuk menilai kesesuaian ISO 50001 versi 2011 yang selama ini diterapkan.
Melalui video conference, Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana, mengatakan bahwa audit tersebut sebagai salah satu prasyarat untuk mempertahankan sertifikat yang sebelumnya telah diperoleh Pupuk Kaltim. Bagya mengaku bahwa Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif menkonservasi lingkungan, melalui peningkatan kinerja energi dan daya saing dalam pengurangan energy.
“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kinerja perusahaan,” ungkapnya.
Sementara itu, tim auditor dari TÜV NORD Indonesia Usman Suwandi, menyampaikan bahwa Organisasi Internasional untuk Standardisasi atau International Organization for Standardization (ISO) telah merilis ISO 50001:2018 untuk standar sistem manajemen energi yang direvisi. Masa transisi untuk beralih dari sertifikasi ISO 50001:2011 menjadi sertifikasi ISO 50001:2018 adalah 3 tahun.
Masa transisi tersebut akan jatuh tempo pada bulan Agustus 2021 mendatang, sehingga semua perusahaan yang sebelumnya tersertifikasi ISO 50001:2011 harus beralih ke ISO 50001:2018 agar validitas sertifikat tetap berlanjut. Termasuk untuk surveilence pabrik 3 Pupuk Kaltim saat ini.
“Resertifikasi bulan September tahun 2020 mendatang sudah diharuskan menggunakan ISO 50001:2018. Berbeda dengan pabrik 1A, yang masih memungkinkan surveilence versi 2011, akan tetapi sistem audit pabrik 1A tetap menggunakan versi 2018,” jelasnya.
Untuk diketahui, ISO 50001:2018 direvisi dengan mengikuti kerangka kerja ISO dan High Level Structure (HLS) untuk standar sistem manajemen. Oleh karena itu, akan lebih mudah terintegrasi dengan sertifikasi sistem manajemen lainnya, seperti ISO 9001 dan ISO 14001.
Laporan: Ervi | Mansyur
