Bontang. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan kunjungi Pupuk Kaltim, diterima General Manager Umum Nur Sahid di ruang Meranti Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Selasa, 28 Agustus 2018.
Pada kunjungan tersebut, Pemkab Luwu Utara menyampaikan berbagai kendala yang ada di wilayah setempat, utamanya terkait pemenuhan kebutuhan pupuk bagi petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Kabupaten Luwu Utara Agus Salim, mengatakan Luwu Utara sebagai daerah pertanian dan perkebunan sangat mengharapkan dukungan Pupuk Kaltim, dalam pemenuhan kebutuhan pupuk di seluruh Kecamatan.
Selama ini ada 3 Kecamatan yang selalu mengalami kekurangan pupuk, dikarenakan sulitnya akses menuju lokasi tersebut. Selain juga penyebab lainnya karena banyak petani yang melakukan tanam 3 kali dalam setahun, dari jadwal biasa 2 kali setahun.
“Saat ini Luwu Utara juga dalam proses pembuatan bendungan, yang tentunya berdampak pada bertambahnya jumlah lahan tanam, serta berdampak pada meningkatnya kebutuhan pupuk. Oleh karena itu kami sangat mengharapakan dukungan Pupuk Kaltim,” ujar dia.
Sementara Nur Sahid menyambut baik kunjungan ini dan mengatakan guna memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, Pupuk Kaltim menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang cukup untuk kebutuhan di tiap wilayah distribusi sesuai ketentuan pemerintah secara berkala.
Hal tersebut juga untuk meminimaliasir terjadinya kelangkaan pupuk, yang hingga saat ini penyaluran pupuk bersubsidi oleh Pupuk Kaltim secara rata-rata sudah mencapai 75 persen. Disebabkan tingginya serapan pupuk di beberapa daerah karena adanya program luas tambah tanam.
“Pupuk Kaltim sangat mendukung realokasi pupuk bersubsidi apabila di pandang perlu oleh Kementrian Pertanian,” kata Nur Sahid.
Pada kesempatan itu turut dipresentasikan proses produksi Pupuk Kaltim oleh Fritz Adhinata dari Departemen Proses Pengelolaan Energi (PPE) dan Proses Pemasaran serta Distribusi Pupuk di Wilayah Luwu Utara oleh Rangga Yudha Putra dari Departemen Pemasaran. (*)
Laporan: Mansur
