PWI Bontang Gelar Uji Kompetensi Wartawan, Wawali Agus Haris Tekankan Integritas dan Independensi Pers

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; runfunc: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0033,0.0002; brp_del_sen:0.1000,0.1000; motionR: 65536; delta:1; bokeh:1; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: weather?null, icon:null, weatherInfo:100;temperature: 35;zeissColor: bright;

Bontang. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Selasa (20/10/2026) di Badak LNG Learning Centre. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan wartawan yang terbagi ke dalam lima kelas uji, yakni empat kelas jenjang Muda dan satu kelas jenjang Madya.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang hadir memberikan sambutan sekaligus pengantar, menekankan pentingnya peran pers dalam menjamin keakuratan informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, UKW bukan sekadar sarana untuk mengejar sertifikat, melainkan wadah untuk membentuk wartawan yang memiliki pemahaman mendalam, integritas, dan profesionalisme.

“Adik-adik, hari ini tidak hanya sekadar mengejar sertifikat, tetapi harus memiliki pemahaman yang mendalam. Para pers adalah penjamin segala informasi yang bersimpang siur. Ketika berita salah, maka masyarakat dan pemerintah sama-sama tersesat,” tegas Agus Haris di hadapan para peserta UKW.

Dalam arahannya, Wawali juga menyoroti pentingnya menjaga independensi insan pers. Hubungan baik secara personal antara wartawan dengan pejabat daerah tidak boleh memengaruhi kebebasan dalam memberitakan kebenaran atau mengkritik kebijakan yang dinilai keliru.

Ia mendorong para wartawan untuk tidak hanya menyajikan berita di permukaan, tetapi juga mendalami data dan fakta secara berimbang. Hal itu dinilai krusial, baik dalam mengawal isu-isu daerah, seperti penanganan kemiskinan, pengangguran, dan distribusi BBM, maupun isu nasional seperti program Makan Gizi Gratis (MBG).

“Pers harus tetap independen dan menjaga integritasnya. Kami di pemerintah boleh membangun berbagai fasilitas umum, tetapi media dan perslah yang memastikan informasi tersebut sampai ke khalayak secara akurat sebagai bahan evaluasi kebijakan,” tambah Agus Haris.

Pelaksanaan UKW oleh PWI Bontang ini diharapkan dapat terus meningkatkan standar kompetensi dan kualitas jurnalisme di Kota Bontang, sekaligus melahirkan insan pers yang mampu menjadi penyeimbang serta penyaji informasi yang edukatif bagi publik.