Tenggarong. Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menilai rapat koordinasi penguatan kelembagaan bersama mitra kerja yang digelar Bawaslu Kukar sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman seluruh stakeholder terkait fungsi serta tugas Bawaslu.
Hal itu disampaikan Sunggono usai menghadiri rapat koordinasi yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Mengawal Demokrasi di Kutai Kartanegara” ini dihadiri jajaran Forkopimda, anggota Komisi II DPR RI, Ketua KPU Kukar, perwakilan OPD, partai politik, organisasi pemuda dan mahasiswa, media, serta organisasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sunggono menegaskan pentingnya forum ini, terutama dalam menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi yang berdampak pada kebijakan baru terkait Pemilu dan Pilkada.
“Forum ini sangat strategis, karena stakeholder bisa menggali informasi langsung dari Komisi II DPR RI yang membidangi Undang-Undang Pemilu. Dengan begitu, organisasi kepemudaan, keagamaan, dan elemen masyarakat lainnya di Kukar akan lebih siap menghadapi tahapan Pemilu mendatang,” ujarnya.
Sunggono juga menyinggung kondisi Kukar yang saat ini memiliki lima kecamatan masuk dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Tiga kecamatan yakni Samboja, Samboja Barat, dan Muara Jawa masuk sepenuhnya, sementara sebagian wilayah Loa Janan dan Loa Kulu juga termasuk dalam kawasan IKN. Menurutnya, hal ini akan berpengaruh pada daerah pemilihan, jumlah suara, hingga komposisi anggota legislatif.
Rapat koordinasi ini turut dirangkai dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya masing-masing, guna memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam mengawal demokrasi di Kutai Kartanegara.



