Rumah Sakit Mulya Medika Resmi Dibuka di Samarinda

Samarinda. Rumah Sakit Mulya Medika yang berlokasi di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Acara grand opening berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan jajaran pemerintah kota.

Rumah sakit dengan standar teknologi modern ini hadir untuk melayani masyarakat di tiga wilayah sentral Kecamatan Samarinda Seberang. Dengan kapasitas kurang lebih 170 ruangan dan didukung teknologi medis terkini, RS Mulya Medika mampu menangani berbagai tindakan medis, mulai dari operasi penyambungan tangan, bedah plastik, penanganan tumor, hingga operasi pembuluh darah.

Pada tahap awal, sebanyak 200 tenaga kerja resmi bergabung, di mana sekitar 35 persen di antaranya merupakan warga asli Samarinda. Kehadiran rumah sakit ini sekaligus diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk menekan angka pengangguran di kota tersebut.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan apresiasinya atas progres pembangunan yang dilakukan oleh pihak manajemen. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas publik yang dapat menunjang pelayanan masyarakat.

“Dengan adanya Rumah Sakit Mulya Medika, kita berharap kualitas pelayanan kesehatan di Samarinda dapat meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mira Mulya Abadi Medical, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan pihaknya telah menyiapkan rumah sakit dengan fasilitas terbaik. Dikatakannya, Rumah sakit tersebut telah lengkapi dengan teknologi terkini untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan modern.

“Saat ini, kami juga tengah mengupayakan adanya pelayanan BPJS Kesehatan setelah proses akreditasi selesai,” ungkap Satya.

Dengan beroperasinya Rumah Sakit Mulya Medika, diharapkan pelayanan kesehatan di Kota Samarinda khususnya, dan Kalimantan Timur pada umumnya, dapat semakin maju dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Writer: Hendrikus Gantur