Uncategorized  

Sejak 2009, PKT Turunkan 4.322 Terumbu Buatan

Bontang. Selain perhatian dan kepedulian bidang kesehatan, yang ditandai penyerahan bantuan mobil sehat kepada Puskesmas Bontang Utara 2, PT Pupuk Kaltim pun konsen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, yang ditindaklanjuti melalui penurunan dan peletakan terumbu buatan, Jumat (8/12) di perairan Tobok Batang.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2009 lalu, merupakan realisasi perbaikan terumbu rusak di daerah Tobok Batang, seluas 20 hektare hingga tahun 2023.

Dikatakan Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, setiap tahunnya perusahaan rutin menurunkan 500 terumbu buatan, yang hingga tahun ini telah mencapai 4.322 terumbu.

Dalam penerapannya, perusahaan pun memberdayaan masyarakat dengan membentuk kelompok Kemasea, dari masyarakat Selambai Loktuan. Sementara untuk penurunan terumbu, dilakukan kelompok Rawai Kerapu Sejahtera dari Bontang Kuala.

“Total biaya yang digelontorkan untuk pembuatan dan penurunan terumbu buatan tahun 2017 ini mencapai Rp340 juta,” kata Bakir Pasaman.

Sementara Ardan, dari Kelompok Rawai Kerapu Sejahtera Bontang Kuala, mengucapkan terimakasih kepada Pupuk Kaltim atas komitmennya memberdayakan dan melibatkan masyarakat bufferzone, dalam setiap kegiatan. Termasuk dalam pelestarian keanekaragaman hayati, melalui penurunan dan peletakan terumbu buatan.

“Semoga komitmen seperti ini bisa terus konsisten dilaksanakan Pupuk Kaltim kedepan,” ujarnya.

Selain menurunkan terumbu buatan, dihari yang sama Pupuk Kaltim juga melakukan penanaman mangrove, di kawasa Kedindingan. Selain juga merehabilitasi 246 ribu mangrove di HGB 65, dengan harapan dapat memperbaiki ekosistem laut, serta menjadi tempat wisata mangrove dan edukasi masyarakat Bontang.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Mobil Sehat

Sejak pertengahan tahun 2017, Pupuk Kaltim telah bermitra dengan salah satu kelompok tani dalam program pembibitan, perawatan, dan penanaman mangrove di kawasan tersebut. Bahkan PKT juga membentuk kelompok bersama untuk program konservasi dan diversifikasi budidaya kepiting, yang berlokasi di RT 25 Loktuan.

Untuk penanaman serta budidaya mangrove dan kepiting ini, Pupuk Kaltim menghabiskan anggaran mencapai Rp640,15 juta, sekaligus mendukung program pemerintah dibidang pelestarian lingkungan, serta peningkatakan ekonomi masyarakat.(*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul