Uncategorized  

Selama 2016, Total Pendaratan Ikan di PPI Tanjung Limau Menurun

Bontang. Total produksi ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau tahun 2016 alami penurunan yang cukup drastis dibanding tahun 2015. Tercatat, tahun 2015 total produksi ikan yang mendarat di PPI Tanjung Limau mencapai 1.983 ton atau sekira Rp 35 Miliar. Sementara tahun 2016 hanya berkisar 1.550 ton, dengan nilai konversi sekira Rp 25 Miliar.

Salah satu penyebab kondisi ini menurut Kepala UPT PPI Tanjung Limau Robisai Manassa, akibat kurangnya jumlah kapal luar daerah yang masuk ke Bontang, karena belum adanya kerjasama antar daerah, melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan daerah lain.

“Tahun 2015 lalu, dalam sebulan ada sekitar 144 kapal yang lakukan pembongkaran dalam sebulan. Sementara tahun 2016, hanya 80 kapal saja yang sandar dan bongkar ikan,” ujarnya.

Hal lain yang mempengaruhi kurangnya intensitas kapal bongkar ikan yang sandar di PPI Tanjung Limau, kata Robisai, pun dikarenakan faktor cuaca yang tak menentu sepanjang 2016. Sehingga banyak kapal yang kesulitan menjangkau daerah di Kalimantan Timur, utamanya Kota Bontang.

“Dari seluruh kapal yang sandar dan bongkar ikan, mayoritas dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Sementara untuk nelayan Bontang, saat ini hanya sekira 50 persen yang tercatat masih aktif melaut dan lakukan pembongkaran di PPI, selebihnya nelayan membongkar ikan hasil tangkapan diluar pangkalan, atau di sekitar rumah masing-masing.

Kondisi ini diakui Robisai akibat keterbatasan sarana dan prasarana PPI yang belum mampu menampung seluruh kapal, terutama dangkalnya dermaga sandar dan memerlukan pengerukan.

“Kedepan kami akan lakukan berbagai pembenahan, agar bisa mengakomodir seluruh nelayan di PPI Tanjung Limau,” pungkasnya.(*)

 

Laporan : Mansur