Bontang. Superintendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR Pupuk Kaltim Udiyanto, bersama Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda Salsa Mulyata dan pimpinan SUVI Training Evi Wanti, tandatangani nota kesepahaman (MoU) bidang Corporate Social Responsibility, khususnya terkait program pelatihan keterampilan penyiapan tenaga kerja andal bagi masyarakat Guntung dan Loktuan.
Kegiatan berlangsung di Gedung Diklat Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Jumat, 20 Juli 2018.
Penandatanganan MoU menjadi titik awal serta bukti komitmen Pupuk Kaltim, dalam menyiapkan tenaga kerja andal. Sebagai upaya mengurangi dan mengatasi angka pengangguran di Kota Bontang. Melalui MoU ini, pun diharap terbangun sinergi antara Pupuk Kaltim dengan BLK Samarinda dan SUVI Training sebagai mitra binaan perusahaan, untuk bersama menciptakan beragam program pemberdayaan masyarakat.
“Khususnya anak usia produktif yang bermukim di wilayah bufferzone Pupuk Kaltim,” kata Irma Safni, Staff Departemen CSR Pupuk Kaltim.
Sementara Kepala BLK Samarinda Salsa Mulyata, mengimbau agar pelatihan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, sehingga saat uji sertifikasi para peserta siap dan mampu.
“Kami juga berharap, agar para peserta program pelatihan keterampilan penyiapan tenaga kerja ini dapat memanfaatkan dan menerapkan segala ilmu keterampilan, yang diberikan selama pelatihan berlangsung. Sehingga dapat diterapkan di dunia kerja,” harapnya.
Diketahui, ada 3 paket pelatihan yang disiapkan pada program pelatihan keterampilan penyiapan tenaga kerja bagi masyarakat Guntung dan Loktuan. Dengan jumlah peserta 52 orang.
“Paket pelatihan diantaranya pelatihan administrasi perkantoran, pelatihan operator komputer, dan pelatihan autocad. Dan lama pelatihan masing-masing satu bulan,” terang Evi Wanti, Pimpinan Suvi Training.
Selain pelatihan bagi warga lulusan SMA dan SMK, berbagai program lainnya turut dilakukan Pupuk Kaltim guna mempersiapkan sumberdaya manusia yang andal dengan kompetensi layak. Tujuannya, agar para lulusan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja, seperti halnya program magang selama 6 bulan di seluruh unit kerja perusahaan.(*)
Laporan: Sary | Faisal
