Uncategorized  

Siswa SMP Negeri 2 Bontang Ikuti Simulasi Evakuasi Kebakaran

Bontang. SMP Negeri 2 Bontang dilahap si jago merah. Saat kejadian, puluhan siswa yang berada di lantai 2 berhasil turun melalui tangga, dan menyisakan 3 siswa lainnya yang terjebak dalam ruangan kelas. Sementara tangga sekolah mulai terbakar, dan mau tidak mau Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus mengevakuasi tiga siswa tersebut dengan meluncur menggunakan tali.

Para korban ini kemudian langsung mendapat perawatan tim medis, yang berdiri di sekitar lokasi kejadian.

Itulah sekilas simulasi penanganan bencana kebakaran sekolah yang dilaksnakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, bagi siswa siswi SMP Negeri 2, atas dasar peraturan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana nomor 4 tahun 2012, tentang pedoman penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana.

Sebelum materi lapangan, para siswa juga diberikan pemaparan teoritis terkait pencegahan dan penanggulangan bencana, yang mungkin saja terjadi di lingkungan sekolah.

“Materi yang diberikan diantaranya cara pemberian pertolongan pertama, evakuasi korban, dan materi penanggulangan bencana lainnya. Sebab, bencana yang paling dikhawatirkan terjadi di lingkungan sekolah adalah kebakaran,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukadi.

Tak hanya SMP Negeri 2 Bontang, BPBD kata Sukadi, juga akan menggelar simulasi serupa di beberapa sekolah lainnya di Kota Bontang.

“Tentunya hal ini sebagai salah satu upaya memberikan pengetahuan baru yang bersifat praktis bagi anak didik di bangku sekolah. Untuk bisa menjadi bekal dimasa datang,” tambahnya.

Rofiq, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan antusiasnya mengikuti pelatihan ini. Terutama pengetahuan baru terkait evakuasi korban dari ketinggian, dalam kondisi bencana. Ia menilai, materi yang disampaikan BPBD ini dapat menjadi bekal praktik, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dilingkungan SMP Negeri 2 Bontang.

“Kami bisa belajar cara penanganan korban bencana dan mengantisipasi bahaya kebakaran dilingkungan sekolah,” paparnya. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri