Bontang. Anggota DPRD Kota Bontang, Suharno, mengusulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang agar memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal (mulok). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Usulan tersebut disampaikan Suharno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi A, B, dan C DPRD Bontang terkait Retribusi Daerah dan Pemberdayaan Lembaga Adat di Bontang Kuala, Selasa (2/6/2026).
“Kebudayaan di era modernisasi ini harus tetap mengurus hal-hal yang sifatnya tradisional dan budaya lokal. Salah satu cara utama untuk menjaga budaya kita itu adalah melalui bahasa,” ujar Suharno.
Suharno mencontohkan penerapan di pulau Jawa, di mana sekolah-sekolah masih konsisten mengajarkan bahasa dan aksara daerah sebagai upaya konkret pelestarian budaya kepada generasi muda. Menurutnya, skema kearifan lokal yang sudah ada di sekolah-sekolah saat ini bisa dioptimalkan untuk menerapkan kebijakan serupa.
Ia berharap Disdikbud Kota Bontang dapat segera mempertimbangkan dan mengkaji usulan ini agar eksistensi bahasa dan budaya asli daerah di Kota Bontang tetap terjaga.



