Home  

Tak Hanya Wadah UMKM, Car Free Night Bontang Jadi Panggung Pelestarian Seni dan Budaya Lokal

Bontang. Gelaran Car Free Night (CFN) Kota Bontang tidak hanya sukses menggerakkan roda ekonomi UMKM, tetapi juga menjelma menjadi panggung inklusif bagi pelestarian seni dan budaya lokal. Kehadiran ruang pertunjukan mingguan ini memberi wadah bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sanggar seni, paguyuban, hingga para penggiat seni untuk menyapa masyarakat secara langsung.

Dampak positif kehadiran panggung seni di CFN ini terasa nyata. Selain memberikan hiburan edukatif secara gratis bagi pengunjung, acara ini menjadi sarana efektif dalam merawat keberagaman budaya serta mengenalkan tradisi Nusantara kepada generasi muda di Kota Bontang.

Berdasarkan informasi jadwal dari Zulbakhri selaku pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang, panggung hiburan CFN pada Sabtu (17/10/2026) esok bakal kembali menyuguhkan atraksi kebudayaan yang meriah.

Sejumlah pertunjukan musik dan tari lintas daerah telah disiapkan untuk memanjakan pengunjung. Kemeriahan diawali dengan penampilan lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh paguyuban Pilar Luwu, Pilar Hikma Enrekang, serta Pilar Makassar.

Nuansa kebudayaan Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) akan semakin terasa lewat aksi Pilar Pinrang yang menampilkan medley lagu daerah diselingi Senam Wanua Penrang dengan durasi tampil sekitar 20 menit.

Tak ketinggalan, kesenian lokal khas Kutai turut unjuk gigi melalui penampilan musik Tingkilan dan Tari Jepen yang dibawakan oleh Sanggar New Kuntum Mekar Tanjung Limau dari Kelurahan Gunung Elai.

Konsistensi pengisian panggung budaya ini membuktikan bahwa CFN Bontang berhasil memadukan penguatan ekonomi warga sekaligus pemajuan kebudayaan daerah dalam satu ruang publik.