Bontang. Adanya pernyataan legal specialist PT Badak NGL yang diduga menyebutkan tidak membutuhkan DPRD dalam proses pembebasan lahan pembangunan kilang Bontang, membuat elemen masyarakat yang mengatasnamakan ‘’Gerakan Rakyat Bontang’’ angkat bicara.
Dikatakan Ketua Gerakan Rakyat Bontang Andi Faisal, pernyataan tersebut menurutnya tidak menghargai marwah legislatif Bontang, mengingat institusi tersebut mendapat legitimasi negara. Serta merupakan mitra pemerintah yang menaungi perusahaan-perusahaan di Kota Bontang.
“Kami menyarankan setidaknya dapat memberikan sanksi teguran secara administrasi kepada yang bersangkutan, agar tidak mengulang lagi perbuatannya. Dan PT Badak NGL secara institusi meminta maaf kepada para wakil rakyat,” ujarnya.
Bahkan, Gerakan Rakyat Bontang kata dia, berencana akan melakukan aksi demo ke PT Badak terkait hal ini, jika tak meminta maaf kepada para legislator di DPRD Bontang.
“Tapi kami masih menunggu hasil pertemuan antara PT Badak dan DPRD dulu. Kami memberikan waktu bagi perusahaan dengan itikad baik mengklarifikasi permasalahan ini. Kalau tidak, kami akan gelar aksi,” lanjutnya. (*)
Laporan : Ariston
