Uncategorized  

Tanah di Belakang SMKN 1 Dinilai Representatif Untuk Tempat Pemakaman

Bontang. Tanah kosong seluas 4,4 hektar yang berlokasi di belakang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bontang dinilai representatif untuk dijadikan tempat pemakaman umum.

Selain posisinya yang strategis karena berada di tengah perkotaan, beberapa jalan alternatif menuju lokasi tersebut juga sudah tersedia.

Hal tersebut terungkap saat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut pada Selasa (17/11/2020).

Menurut Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina, peluang tersebut harus dapat dimanfaat oleh pemerintah guna mengatasi krisis lahan pemakaman di Kota Bontang khususnya untuk wilayah Kecamatan Bontang Utara.

“Saya akan meminta pemilik lahan untuk terlebih dahulu menyediakan akses jalan yang layak untuk menuju ke lokasi ini,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Gunung Elai Kasful Anwar, menurutnya, lokasi lahan tersebut terbilang sangat strategis sehingga bisa diakses dari berbagai wilayah.

“Saya berharap agar lahan kosong ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah untuk dijadikan lokasi pemakaman,” harapnya.

Sementara itu, kuasa pemilik lahan Tauhid Baharuddin, mengaku tidak akan memberatkan pemerintah dalam hal proses ganti rugi lahan. Bahkan dirinya, menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah terkait proses pengajuan harga jual.

“Total luas lahan yang dimiliki mencapai 5,7 hektar namun yang ditawarkan kepada pemerintah mencapai 4,4 hektar,” ungkapnya.

Diketahui DPRD Kota Bontang mendorong pemerintah untuk segera menambah lahan pemakaman, lantaran menurut data Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang, kuota lahan kuburan yang tersedia saat ini sudah kritis.

Pasalnya dari total kebutuhan lahan pemakaman yang mencapai luas 100 hektar, saat ini pemerintah baru hanya memiliki lahan pemakaman sekitar 16 hektar.

Laporan: Sary | Faisal

Exit mobile version