Tiga Kategori Unggulan Dekranasda Bontang Award 2025, Dari Wastra hingga Daur Ulang

Kerajinan aksesoris yang tidak hanya dinilai dari sisi estetika, tetapi juga dari fungsi, daya tahan, dan potensi komersialnya di pasar kreatif. (FOTO: Ist.)

Bontang. Ajang tahunan Dekranasda Bontang Award 2025 resmi dibuka, memberikan ruang bagi para pengrajin lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka. Tahun ini, lomba bergengsi tersebut mengusung tema “Karya Bontang, Inspirasi Nusantara” dengan tiga kategori unggulan yang menjadi sorotan utama, yakni Wastra, Aksesoris, dan Daur Ulang. Ketiganya mencerminkan kekayaan ide, keterampilan tangan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi ciri khas perajin Bontang.

Kategori Wastra menjadi jantung utama kompetisi ini. Istilah wastra sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “kain” atau “pakaian.” Dalam konteks kriya, wastra mencakup seluruh produk berbahan kain seperti batik, tenun, ecoprint, dan turunannya yang dihasilkan melalui keterampilan tangan dan sarat nilai budaya. Melalui kategori ini, Dekranasda Bontang ingin menumbuhkan kebanggaan terhadap produk tekstil khas daerah, sekaligus mendorong regenerasi pengrajin agar mampu mengangkat motif lokal ke tingkat nasional.

Sementara itu, kategori Aksesoris menjadi wadah bagi pengrajin yang berfokus pada karya pelengkap penampilan seperti perhiasan, tas, ikat pinggang, dan syal. Inovasi dalam desain serta pemanfaatan bahan lokal menjadi nilai tambah yang akan menjadi perhatian juri. Produk aksesoris tidak hanya dinilai dari sisi estetika, tetapi juga dari fungsi, daya tahan, dan potensi komersialnya di pasar kreatif.

Kategori terakhir, Daur Ulang, menjadi sorotan karena mengangkat semangat ramah lingkungan. Para peserta ditantang untuk menyulap limbah plastik, bahan bangunan, hingga limbah laut seperti kerang dan cangkang kepiting menjadi produk bernilai guna tinggi. Kategori ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mendukung visi ekonomi hijau yang kini gencar digalakkan pemerintah daerah.

Ketiga kategori tersebut akan dinilai berdasarkan kreativitas, kualitas pengerjaan, desain, fungsi, potensi pasar, serta dampaknya terhadap sosial dan lingkungan. Pendaftaran dibuka mulai 3 hingga 18 November 2025, dengan penilaian pada 19–20 November, dan pengumuman pemenang pada 22 November 2025. Para juara akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah, dan Juara Umum Terbaik berkesempatan mengikuti pameran nasional bersama Dekranasda Bontang tahun 2026.

Bagi pengrajin yang ingin ikut serta, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/DekranasdaBontangAward25 atau menghubungi panitia di Fitria (0822 2645 9160) dan Satri Atmasari (0853 8644 5604).

Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan DPKUMPP Bontang, Ivan Panggabean, menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan ajang ini. Dia berharap dengan adanya penghargaan bagi pengrajin, dapat memacu semangat masyarakat Kota Bontang untuk terus berkreasi dan berinovasi menghasilkan karya-karya kerajinan yang dapat menjadi produk unggulan kota di bidang industri kerajinan dan menjadi sumber inspirasi bagi bangsa.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bontang, khususnya para pengrajin, untuk berpartisipasi dalam Dekranasda Bontang Award 2025. Mari bersama-sama kita majukan industri kerajinan Kota Bontang,” ujarnya.

Melalui tiga kategori unggulan ini, Dekranasda Bontang berharap karya perajin lokal terus menjadi inspirasi bagi Nusantara.

 

Exit mobile version