Bontang. Petugas keamanan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang berjaga di pos dermaga tursina pada Kamis (11/7/2019), berhasil menggagalkan upaya penyelundupan senjata api oleh agen kapal dan sejumlah anak buah kapal.
Terbongkarnya upaya penyelundupan 2 pucuk senjata api tersebut berawal saat petugas keamanan yang berjaga di pos dermaga tursina melakukan pemeriksaan kendaraan agen kapal yang mengantar Anak Buah Kapal (ABK) dari luar untuk kembali ke kapal menggunakan metal detector.
Petugas kemudian menemukan barang mencurigakan yang dibungkus kardus dan ditumpuk ditengah sayuran. hasil temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada koordinator keamananan, yang kemudian diteruskan kepada Deputy Port Facility Security Officer (PFSO).
Setelah menerima laporan, PFSO kemudian langsung memberikan arahan untuk meningkatkan penjagaaan dan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur keamanan, serta tidak memberikan izin masuk sebelum mendapat kejelasan barang yang dibawa adalah barang yang aman.
Saat proses penggeledahan muatan, agen kapal dan ABK sempat melakukan upaya –upaya pencegahan sehingga terjadi adu argumen antara petugas dan para tersangka, namun penggeledahan tetap dilakukan oleh petugas satpam. Dan pada akhirnya petugas menemukan 2 pucuk senjata api yang dibungkus dalam kardus di tengah tumpukan sayur. Para tersangka kemudian diamankan kekantor pusat pengamanan untuk di proses lebih lanjut.
TERSANGKA DIAMAMANKAN OLEH PIHAK PETUGAS KEAMANAN PUPUK KALTIM (FOTO: MANSYUR/PKTV)
Kegiatan yang digambarkan di atas merupakan bagian dari pelatihan tanggap darurat Drill And Exercise berdasarkan prinsip Internasional Ship and Port Security (ISPS) Code yang dilaksanakan Pupuk Kaltim di pos dermaga tursina.
General Manager Umum Pupuk Kaltim Nursahid yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus penanggulangan potensi kejahatan di area pelabuhan khusus Pupuk Kaltim.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan empat kali setahun di seluruh kawasan pelabuhan, sekaligus bentuk kepatuhan perusahaan terhadap aturan pengamanan di pelabuhan khusus,” jelasnya.
GENERAL MANAGER UMUM PUPUK KALTIM NURSAHID (FOTO: MANSYUR/PKTV)
Hal senada juga dikatakan Agus Jaya Saputra, selaku PFSO Pupuk Kaltim. Dikatakannya, Drill and Exercise tersebut adalah yang kedua kalinya dilaksanakan pada tahun 2019, setelah yang sebelumnya dilakukan di terminal khusus pada April 2019.
Pelatihan Tanggap Darurat Drill and Exercise ISPS Code tersebut melibakan puluhan personil dari tiga departemen yang ada di Pupuk Kaltim, yakni Departemen Keamanan dan Ketertiban (kamtib), Departeman Pelabuhan dan Pengapalan, serta Departemen Imbangmen.
Laporan: Mansyur
