Bontang. Untuk menyamakan presepsi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), digelar Workshop Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Bagi Perencana Seluruh Perangkat Daerah Kota Bontang Tahun 2022. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang itu dibuka pada Jumat (18/11/2022), di Hotel ASTON Jalan Pulau Irian Nomer 1 RT 23, Samarinda.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyampaikan, Perencanaa pembangunan yang setiap tahun disusun pada prinsipnya adalah implementasi kebijakan pembangunan visi dan misi pembangunan tahunan dalam periode RPJMD tahun 2021-2026. Sejalan dengan hal tersebut, maka perencanaan pembangunan yang disusun harus menjadi agenda pembangunan dalam rangka mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan.
Dikatakan Najirah, strategi dan kebijakan pembangunan harus mampu mengarahkan pelaksanaan program-program pembangunan sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan. Dirinya berterima kasih kepada seluruh pihak, meskipun masa pemerintahannya bersama Wali Kota Bontang Basri Rase baru berjalan efektif kurang dari satu setengan tahun, namun beberapa janji dan prioritas pembangunan yang mereka sampaikan telah dapat dilaksanakan. Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan kinerja dari seluruh perangkat daerah melalui program dan kegiatan yang disusun dan direncanakan dalam dokumen Renja Perangkat daerah dan RKPD.
“Pada kesempatan ini saya perlu tekankan kepada seluruh Perangkat Daerah agar secara cermat memperhatikan seluruh target kinerja yang telah disusun dan ditetapkan dalam RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan. Saya yakini bahwa seluruhnya bermuara pada upaya mewujudkan janji dan progrm prioritas wali kota yang menjadi bagian dalam pencapaian visi terwujudnya Kota Bontang yang lebih hebat dan Beradab,” tegasnya.
Ditambahkan Najirah, dalam upaya merealisasikan seluruh janji dan komitmen pembangunan untuk masyarakat, dirinya juga berkomitmen untuk memajukan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu sebagaimana selalu disampaikan Wali Kota Bontang, prioritas khusus harus diberikan terhadap pentingnya menumbuhkan investasi di Kota Bontang. Kemampuan meningkatkan investasi ini akan menjadi salah satu solusi strategis bagi permasalahan tingginya angka pengangguran di Kota Bontang. Oleh karena itu ditekankan pentingnya membangun sinergi dan harmoni dalam pembangunan Kota Bontang.
“Semua itu ditujukan agar kita mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif yang akan menjadi penentu masuknya investasi dan meningkatnya perekonomian. Pada sektor ekonomi lokal, Saya juga perlu menekankan agar kita secara sungguh-sungguh mendorong peningkatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM. Sektor-sektor ini merupakan sektor utama perekonomian masyarakat. Sektor-sektor ini kita harapkan dapat tumbuh dan berkembang sebagai sektor unggulan daerah disamping sektor industri yang telah menjadi sektor ekonomi basis Kota Bontang. Kita harus menyusun program-program yang secara efektif mampu meningkatkan sektor unggulan tersebut sehingga mampu meningkatkan daya saingnya, khususnya menyongsong pembangunan IKN di Kalimatan Timur. Sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM ini kita harapkan akan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Hadir pula pada workshop yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang Amiruddin dan sebagai Nara sumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Hasiholan Pasaribu.
