Uncategorized  

Tolak Kenaikan Tarif PDAM, Ratusan Warga Gelar Unjuk Rasa

Bontang. Ratusan masyarakat Bontang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bontang Menggugat (AMBM), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Bontang, Senin 8 Mei 2017.

Aksi ini bentuk kekecewaan masyarakat dengan naiknya tarif air PDAM diatas 100 persen, yang dianggap memberatkan dan hanya menambah beban bagi masyarakat. Terlebih dalam kondisi perekonomian saat ini yang memprihatinkan.

Biaya hidup yang kian tinggi, lagi kenaikan tarif listrik dan sembako, membuat masyarakat kecil semakin menjerit.
Berbagai elemen masyarakat secara bergantian menyampaikan aspirasinya, agar pemerintah dan PDAM dapat mencabut ketetapan harga baru air bersih yang dinilai sangat mencekik masyarakat.

“Kami ingin pemerintah memperhatikan ini. Kami ingin kenaikan harga tarif PDAM dicabut, karena sangat menyengsarakan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dalam orasinya.

Baca Juga: Tarif Air Masih Dikaji, Masyarakat Mengaku Kecewa, Walikota Diminta Mundur

Ratusan massa yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, mahasiwa, organisasi masyarakat,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), karang taruna, Forum RT, tokoh masyarakat, hingga pedagang kaki lima ini, meminta pertanggungjawaban pemerintah daerah yang dinilai keliru menerapkan kebijakan Peraturan Walikota nomor 176 tahun 2017, melalui empat opsi.

Diantaranya:

1. Mencabut keputusan walikota tentang perubahan tarif baru Pdam
2. Kembali memberlakukan tarif yang lama sampai adanya hasil evaluasi pihak terkait, dengan mempertimbangkan tingkat daya beli masyarakat Bontang. Serta aspek kemampuan perekonomian masyarakat.
3. Mengembalikan uang konsumen yang sudah terlanjur membayar dengan tarif baru.
4. Dan, ketika apa yang menjadi tuntutan tidak dipenuhi, maka akan menduduki rumah jabatan Walikota Bontang sampai apa yang menjadi tuntutan dapat dipenuhi pemerintah.

Unjuk rasa ini pun akhirnya mendapat waktu mediasi, antara Pemerintah Kota Bontang yang dihadiri langsung Walikota Neni Moerniaeni, bersama pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah, dan Direktur PDAM Tirta Taman Suramin, dengan sejumlah perwakilan masyarakat.(*)

Baca Juga: Duduki Rumah Jabatan Walikota, Masyarakat Beri Waktu Pemerintah 1×24 Jam Turunkan Tarif Air

Laporan: Yulianti Basri

Exit mobile version