Transformasi Digital SMPN 7 Muara Kaman Dilirik Google Jepang

Tenggarong. SMP Negeri 7 Muara Kaman, sebuah sekolah yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara, mendapat kehormatan besar dengan kunjungan langsung dari perwakilan Google Jepang. Kunjungan ini menjadi momen bersejarah sekaligus bentuk pengakuan atas kemajuan digitalisasi yang telah diterapkan di lingkungan sekolah.

Kunjungan dari Google Jepang ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman antarnegara dalam memajukan dunia pendidikan berbasis digital. Kepala SMPN 7 Muara Kaman, Rasian, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian internasional terhadap sekolah yang dipimpinnya.

“Kunjungan ini sangat membanggakan bagi kami. Ini adalah kesempatan besar untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membuktikan bahwa sekolah di daerah pedalaman juga mampu bersaing secara global,” ujar Rasian.

Rasian menjelaskan bahwa sebelumnya, SMPN 7 Muara Kaman juga telah menerima kunjungan dari perwakilan Google Singapura dan Malaysia. Hal ini terkait dengan penilaian untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai rujukan dalam program Google School, program yang berfokus pada transformasi digital pendidikan dengan pendekatan teknologi mutakhir.

Berkat dukungan dari Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara, SMPN 7 Muara Kaman kini telah menerapkan sistem “One Student, One Chromebook”, sebuah langkah konkret dalam mendukung proses pembelajaran digital. Sekolah ini juga telah dilengkapi dengan jaringan internet memadai dan pemasangan solar cell guna menunjang ketersediaan listrik secara berkelanjutan.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus berbenah dan berkembang. Kami juga optimis kunjungan internasional seperti ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” tambah Rasian.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, SMPN 7 Muara Kaman tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan berbasis digital dapat tumbuh dan berkembang bahkan di daerah terpencil, jika mendapat dukungan dan komitmen bersama.

 

Writer: Fairuzz Abady