Bontang. Elpiji kemasan tiga Kilogram kembali disoal warga. Kali ini mengenai volume gas elpiji yang diduga tidak sesuai berat standar. Kecurigaan timbul berdasarkan pengakuan beberapa warga yang mengeluhkan setiap kali membeli elpiji ukuran tersebut, beratnya tidak pernah penuh.
Nathan, salah satu warga Loktuan Kecamatan Bontang Utara ketika ditemui tim liputan pktvbontang.com mengindikasi berkurangnya isi gas terlihat dari pengujian regulator yang tidak maksimal. Dengan kata lain, jarum meter pengukur tekanan gas dalam tabung tidak menunjukkan jarum secara penuh. Ditambah, gas hanya mampu bertahan tiga hari, lebih singkat dari pemakaian biasanya.
“Saya pernah bandingkan gas di Bontang dengan kota lain, spidometer di regulator elpiji justru full, tidak seperti yang saya beli di salah satu pangkalan sini. Saya harap ini jadi perhatian pemerintah dan tidak berlarut-larut. Masyarakat bisa rugi,” jelasnya.
Menanggapi adanya keluhan ini, sejumlah distributor pengisian gas elpiji di Kota Bontang menyatakan jika gas ukuran tiga kilogram yang beredar mendapatkan pengawasan penuh dari Pertamina. Sehingga tidak ada celah atau kemungkinan menukar tabung dan melakukan kecurangan dengan pengurangan volume gas.
“Kalau ada gas yang tidak sesuai dengan takaran, kami nggak berani edarkan. Dan, pasti akan kami tukar kembali.Setiap hari kami mengedarkan sekitar tiga ribu tabung gas, dan semuanya dilakukan pengecekan,” jelas Nursiha, salah satu distributor gas elpiji.
Begitupun Asbi, salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji tiga kilogram di Jalan Slamet Riyadi Loktuan menegaskan, selama ini ia tidak pernah menjual gas elpiji yang tidak sesuai takaran. Pasalnya, dirinya terlebih dulu menimbang gas dihadapan konsumen ketika membeli gas.
“Saya selalu timbang gas yang saya jual. Volume gas melon tiga kilogram dikatakan penuh jika memiliki berat delapan kilogram. Karena ditotal dengan berat tabung,” ungkapnya. (*)
Laporan : Yuli & Nasrul
Editor : Maya Ch
