Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendukung gerakan literasi, salah satu bentuk dukungannya adalah dengan mendeklarasikan Gerakan Literasi. Deklarasi tersebut merupakan upaya Wali Kota Bontang untuk tetap mendukung gerakan literasi yang telah dilaksanakan di sekolah–sekolah, serta sebagai bentuk menata kearsipan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Ditemui usai mengunjungi perpustakaan bersama anak–anak Pendidikan anak usia dini (PAUD) pada Jumat (15/11/2019). Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan bahwa literasi tidak terlepas dari buku sebagai jendela dunia yang dibuktikan dengan komitmen telah berjalannya gerakan literasi.
“Literasi bukan hanya sekadar membaca, seharusnya juga didukung oleh pemahaman, menerjemahkan, mengarang, dan mendalami apa yang telah dibaca,” jelasnya.
Lebih lanjut Neni mengatakan, untuk gerakan literasi diawali dengan gemar membaca yang telah dideklarasikan serta disosialisasikan di sekolah–sekolah, agar siswa paham gerakan literasi.
“Kedepannya, yang dilakukan yaitu menata kearsipan agar lebih tertata dengan rapi dikarenakan kurangnya tenaga kearsipan di lingkup OPD Pemkot Bontang yang hanya memiliki sebanyak 4 orang arsiparis dari 26 OPD,” ungkapnya.
Melalui Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Bontang yang telah mendatangi kantor–kantor OPD untuk menata kearsipan yang dimiliki Kota Bontang, nantinya setelah ditata akan menjadi kumpulan arsip yang harus dimiliki Kota Bontang sebagai hak arsip pendukung yang jika sewaktu–waktu dibutuhkan dapat disediakan Pemkot Bontang.
Laporan: Yahya