Bontang. Warga Kelurahan Gunung Telihan, khususnya RT.16 mengeluhkan kondisi mati air yang mereka alami selama beberapa hari terakhir ini. Hal tersebut disebabkan karena adanya kerusakan di sumur milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Bontang.
Sri Agustina yang merupakan warga RT.16 Kelurahan Gunung Telihan menceritakan bahwa di rumahnya air telah mati semenjak Jumat (24/4/2020). Dirinya mengatakan bahwa memang ada pemberitahuan masalah akan matinya air dari PDAM, tetapi pemberitahuan itu terlambat dimana pada hari Jumat air telah mati tetapi mereka menerima pemberitahuan pada Sabtu (25/4/2020) sehingga membuat warga tidak sempat mempersiapkan air di penyimpanan air milik mereka.
Dilanjutkan oleh Sri, pemberitahuan yang dikeluarkan oleh PDAM pun hanya menyebutkan mati air akan terjadi selama 2 hari saja, yaitu hari Sabtu dan Minggu tetapi pada kenyataannya hingga hari Selasa (28,4,2020), air juga tak kunjung mengalir ke rumah warga. Sri juga mengeluhkan akibat mati air yang secara tiba-tiba tersebut, warga di RT nya harus membeli air tangki yang harganya lumayan mahal apabila dibandingkan membayar air bulanan PDAM.
“Baru ini yang airnya tiba-tiba mati tanpa pemberitahuan, sehingga pikiran warga menjadi curiga yang tidak-tidak. Kami jadi berpikir apakah mati air ini disebabkan oleh program air PDAM gratis yang menjadi program Pemkot Bontang pada masa pandemi Virus Corona ini. Karena selama ini tidak pernah terjadi mati air dengan pemberithuan terlambat seperti ini,” ungkapnya.
Sementara itu ketika tim liputan PKTV melakukan konfirmasi ke pihak PDAM Tirta Taman Bontang, melalui Manager Administrasi Umum dan Keuangan Dadi Gunawan menjelaskan , bahwa dua minggu terakhir ini pelayanan PDAM di sebagian wilayah barat memang mengalami gangguan. hal tersebut karena terjadi kerusakan di 2 sumur milik pdam yang menyuplai air ke WTP bontang barat sehingga menyebabkan turunya kapasitas produksi air.
Dadi juga menjelaskan tentang keterlambatan pemberitahuan kepada masyarakat dikarenakan mati air bukan karena perwatan melainkan karena kerusakan sehingga informasi tentang mati air diberikan setelah kerusakan diketahui, tidak seperti apabila mereka akan melakukan perawatan maka pemberitahuan kepada msayarakat akan dilakukan beberapa hari sebelumnya.
“Akibat dari keruskan di sumur tersebut maka berimbas kepada berkurangnya debit air, saat ini PDAM melakukan sistem penzonaan dalam pendistribusian air, atau dari yang biasanya mengalir setiap hari digilir menjadi selang sehari mengalir. Namun demikian ada sebagian wilayah yang belum mendapatkan pemerataan air, yakni di sebagian daerah Kelurahan Telihan serta daerah Jalan Pontianak dan sekitarnya yang hingga saat ini masih dicarikan solusinya,” jelasnya.
Laporan: Tim Liputan PKTV
