Bontang. Jembatan kayu sepanjang 20 meter dengan lebar 2 meter yang berlokasi di RT 26 Kampung Masdarling, Kelurahan Gunung Telihan, kondisinya membahayakan pengguna jalan lantaran beberapa tiang penyangganya yang terpasang tepat di tebing bantaran sungai terkikis longsor akibat banjir dan curah hujan yang cukup tinggi sejak sepekan di Bontang.
Maskur warga RT 26 Kelurahan Gunung Telihan yang rumahnya tak jauh dari jembatan tersebut mengatakan, jembatan kayu ini merupakan salah satu jalur alternatif warga untuk dilewati warga RT 26 dan telah berdiri sejak tahun 2013 lalu. Kondisi tiang penyangga jembatan sering kali rusak, lantaran tiang penyangga memang terpasang tepat di tebing bantaran sungai, dimana tebing sungai semakin terkikis akibat tergerus banjir.
Maskur mewakili warga sekitar bantaran sungai berharap, pemerintah dapat mengganti jembatan kayu menjadi jembatan beton permanen. Selain itu warga meminta bantaran tebing sungai untuk segera di bangunkan turap, agar longsor tak semakin meluas dan membahayakan bangunan rumah warga yang berdiri di sekitar bantaran sungai.
“Kami warga yang ada di sini sudah mencoba secara swadaya gotong royong untuk memperbaiki sebagian tiang penyangga. Kami berharap pemerintah bisa segera membangunkan turap, sehingga longsor tidak meluas,” ungkapnya.
Sebagai informasi sebagai langkah mitigasi meluasnya longsor pada bantaran tebing sungai tersebut, warga sekitar berinisiatif melakukan penanam pohon disekitar sungai.

