Yuliatinur MM : Kami Masih Menunggu Regulasi Pariwisata Kota

 

Berkaitan dengan industri kreatif, bagaimana perkembangan saat ini di Kota Bontang?

Perkembangan industri kreatif yang ada saat ini di Kota Bontang, menjelang lima tahun terakhir, menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan dan pesat. Hal tersebut terlihat dengan munculnya home industry yang dikelola, baik lembaga-lembaga resmi dan perorangan, pameran-pameran, pertunjukan seni kreatif, lembaga-lembaga budaya, industri kerajinan dan media fotografi serta industri kreatif pendukung lainnya yang cukup memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, kami terus memberikan perhatian dan mendorong industri kreatif ini untuk berkembang serta maju agar dapat menunjang ekonomi masyarakat, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masyarakat Bontang.

 

Indonesia saat ini meraih peringkat “Investment Grade”. Apakah hal ini berdampak pada industri pariwisata di Kota Bontang? Bagaimana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan industri pariwisata?

Kami melihat “Investment Grade” sebagai bagian dari kesuksesan Bidang Pariwisata secara Nasional. Tentu pencapaian ini cukup memiliki arti penting dalam mendorong dan memajukan dunia pariwisata yang ada secara keseluruhan. Untuk Disbudpar Kota Bontang, pencapaian ini menjadi motivasi dan tantangan ke depan dalam memajukan pariwisata Kota Bontang. Tentunya, kami harus bekerja keras untuk melakukan langkah, terobosan, serta inovasi di bidang pariwisata.

Kiranya, peluang dapat terbuka untuk memajukan industri pariwisata khususnya, dan aspek pariwisata umumnya di Kota Bontang sehingga dapat memberikan dan menciptakan dunia pariwisata yang diminati masyarakat Kota Bontang ke depannya.

 

Selama ini di Kota Bontang belum ada panggung kesenian sebagai tempat pertunjukan atau ekpresi kreativitas para seniman Bontang. Bagaimana Disbudpar menanggapi permasalahan ini?

Kami mengakui dan menyadari bahwa salah satu kebutuhan yang sangat penting dan mendesak untuk mengembang potensi kesenian Kota Bontang adalah penyediaan sarana prasarana pendukung untuk bidang kesenian. Pada taraf ini, kami Disbudpar baru dalam tahapan perencanaan dan pembebasan lahan.

 

Apakah penerapan Sapta Pesona dapat memberikan manfaat pada kunjungan wisatawan? Bagaimana menjalin kerjasama dengan instansi terkait dalam penerapan Sapta Pesona?

Dalam rangka memajukan potensi pariwisata suatu daerah, tentu perlu menerapkan dan mengedepankan konsep Sadar Wisata kepada masyarakat dan pelaku wisata yang ada di daerah. Hal ini sebagai bagian dari kesuksesan yang harus diterapkan untuk memberikan pengertian pada masyarakat, tentang pentingnya sadar wisata di daerah dalam menunjang unsur-unsur Sapta Pesona yang terdiri dari: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Disbudpar Kota Bontang mengambil langkah-langkah dalam meningkatkan program dan memberikan pemahaman pada masyarakat dalam bentuk penyuluhan baik secara langsung, himbauan, dalam bentuk iklan, dan pembentukan lembaga seperti POKDARWIS di semua kelurahan se-Kota Bontang.

 

Mengapa para wisatawan harus berkunjung ke Kota Bontang? Apa daya tariknya?

Kami Disbudpar Kota Bontang terus berusaha dan kerja keras untuk tidak henti-hentinya menarik dan mengajak wisatawan lokal dan asing untuk berkunjung ke Kota Bontang dengan berbagai cara, baik melalui promosi, pameran, acara seremonial, dengan berbagai sarana yang ada dan mendukung kami.
Semua ini dalam rangka mempromosikan Kota Bontang ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Hal ini sebagai wujud keyakinan bahwa aspek pariwisata dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat Bontang sebagai sumber pendapatan ekonomi yang potensial dan dapat menciptakan lapangan kerja baru di luar dari kegiatan industri yang ada, serta dalam upaya untuk menghidupkan usaha-usaha pelayanan hotel, restoran, kuliner, dan di samping menghidupkan industri kreatif serta sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Bontang.

 

Berapa pendapatan asli daerah yang masuk dari sektor pariwisata?

Untuk sektor Pariwisata, Disbudpar Kota Bontang sampai tahun 2014 belum memberikan kontribusi yang maksimal terhadap PAD Kota Bontang. Kami masih menunggu dirampungkan secara menyeluruh regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) RIPPDA Pariwisata oleh DPRD Kota Bontang.

Harapan kami, di tahun 2015 ini, Perda tentang RIPPDA bisa selesai dan disahkan oleh DPRD Kota Bontang agar dapat diterapkan di masyarakat untuk diikuti pengusaha dan pelaku wisata di kota Bontang. Mari kita doakan dan bekerja untuk masyarakat.

 

 

Laporan : Dwi Hendro & Rully

Editor : Revo Adi M

Exit mobile version