Bontang. Menyikapi tidak transparannya rekrutmen tenaga kerja di proyek Power plant Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Teluk Kadere, oleh main kontraktor PT Graha Power Kaltim (GPK), bersama delapan sub kontraktor lainnya. Puluhan warga yang mengaku bermukim di kawasan Bontang Lestari, mengancam untuk menutup dan menghentikan proyek pembangunan pembangkit listrik di RT 13 tersebut.
Warga pun mengaku emosi, terkait rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan sembilan perusahaan yang terlibat dalam pembangunan power plant tersebut.
Baca Juga: Tuntut Keadilan Di Proyek Power Plant, Puluhan Warga Datangi DPRD
Apalagi rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan kontraktor dan subcon proyek, tidak melibatkan dinas terkait. Sehingga dinilai melecehkan aturan yang berlaku, dan tidak menghargai tenaga kerja lokal yang juga memiliki skill mumpuni.
“Ini yang kami tuntut, agar perusahaan bisa transparan dalam rekrutmen tenaga kerja,” ujar Kartolo Rimba, selaku perwakilan masyarakat.
Selain kecewa dengan perekrutan tenaga kerja yang dinilai illegal, warga juga menyayangkan sikap tidak hormat perusahaan yang hanya mengirimkan staf biasa pada rapat kerja dengan Dprd, sehingga tidak menghasilkan keputusan akan tuntutan masyarakat.
“Apa yang bisa kita diskusikan kalau pengambil kebijakan dari perusahaan tidak ada yang hadir,” ujar Heri Keswanto, salah satu perwakilan lainnya.(*)
Laporan: Sary | Rahma
