Wali Kota Bontang Ajak Lurah dan RT Bersinergi Kelola Kebersihan Kota

Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta lurah dan ketua Rukun Tetangga (RT) untuk lebih proaktif dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing. Hal tersebut ditegaskannya usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX di Halaman DPMPTSP, Senin (27/4/2026).

Neni menyatakan bahwa aparat di tingkat bawah merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Ia berharap persoalan lingkungan dapat diselesaikan segera tanpa harus selalu bergantung pada intervensi langsung dari pemerintah kota.

“Lurah harus gerak cepat, turun ke lapangan bersama RT. Jangan semua harus wali kota yang turun,” tegas Neni.

Dalam arahannya, Wali Kota juga menekankan pentingnya pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk mendukung penyediaan fasilitas kebersihan, seperti tempat sampah dan sarana pendukung lainnya di pemukiman warga.

Selain itu, ia mengingatkan para ketua RT agar menjalankan tugas secara optimal, mengingat pemerintah telah memberikan insentif. Salah satu tugas krusial yang ditekankan adalah memberikan edukasi berkelanjutan kepada warga mengenai pengelolaan sampah yang benar.

Neni memberikan perhatian khusus pada permasalahan sampah di wilayah pesisir. Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan di area laut masih menjadi tantangan besar bagi kebersihan kota.

“Harus terus disampaikan ke masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Pendekatan preventif dan edukatif menjadi kunci dalam mengatasi persoalan tersebut secara berkelanjutan,” pungkasnya.