Bontang. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mencatatkan tren pertumbuhan positif pada paruh pertama tahun anggaran 2026. Meskipun target pendapatan dipatok lebih tinggi hingga 10 persen dibanding tahun sebelumnya, realisasi pajak daerah per Juni 2026 sukses melampaui separuh dari target tahunan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (7/7/2026).
“Kalau kita melihat dari target tahun 2026, khusus untuk posisi pajak daerah, dari target Rp 220 miliar saat ini sudah tercapai Rp 122 miliar. Jadi kurang lebih capaiannya sudah sekitar 54,14 persen di pertengahan tahun ini,” terangnya.
Menurut Natalia, pertumbuhan pendapatan daerah di semester pertama ini terbilang sangat signifikan jika disandingkan dengan performa pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, capaian kumulatif per Juni pada tahun 2024 lalu hanya berada di angka 32,39 persen.
Tren positif ini tidak terjadi secara instan. Berdasarkan data evaluasi internal Bapenda yang dicatat secara bulanan, grafik pendapatan Bontang menunjukkan konsistensi kenaikan yang rapi dari bulan ke bulan sepanjang satu semester ini.
“Alhamdulillah, dalam satu semester ini tiap bulannya, jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya, posisi kita naik terus. Jadi dengan target yang lebih tinggi di tahun 2026 ini, pencapaian di semester satu kita justru jauh lebih baik,” tambahnya optimis.
Kenaikan target 10 hingga 20 persen di tahun ini diakui Natalia menjadi tantangan tersendiri bagi Bapenda. Namun, melihat performa paruh pertama yang solid, pihaknya optimistis target sisa di semester kedua dapat diselesaikan dengan baik demi menopang kemandirian fiskal Kota Taman.



