Uncategorized  

Pembayaran Proyek Molor, Kontraktor Merugi

Bontang. Tertunggaknya pembayaran proyek pemerintah tahun 2016 membuat ratusan kontraktor di Kota Bontang menjerit. Pada pertemuan antara pemerintah dengan para kontraktor yang digelar auditorium eks kantor walikota, Kamis 29 Desember 2016, sejumlah perwakilan kontraktor mengutarakan kekecewaan dan kekhawatiran, jika pembayaran baru diterima pada April 2017 mendatang.

Kontraktor mengaku dirugikan, karena harus membayar pekerja dan mendapat teguran dari kantor pajak karena batas keterlambatan membayar pajak. Selain itu, juga khawatir terkait bunga bank yang harus ditanggung jika pembayaran tidak bisa diselesaikan pada Januari 2017.

Kontraktor pun meminta pembayaran dapat dilakukan pemerintah, paling lambat pertengahan Januari 2017.

“Nama baik kami di perbankan akan tercoreng, bahkan bisa diblacklist. Sehingga kedepan tidak lagi bisa mengajukan pinjaman,” ungkap Frans Micha, salah satu perwakilan kontraktor.

Baca Juga: Tunggu Transfer Pusat, Pemkot Janji Bayar Proyek April 2017

Pemerintah dinilai tidak bisa belajar dari kesalahan lalu, dimana hal serupa pun terjadi. Pemerintah berhutang kepada kontraktor. Namun yang lebih disayangkan, kali ini malah justru lebih besar.

“Bagaimana bisa seperti ini? Mana juga para anggota Dewan yang kemarin-kemarin sidak ke lapangan dan minta agar proyek cepat selesai. Pas kami minta hak, nggak ada yang kelihatan,” tambah Frans.

Akibat belum adanya kepastian mengenai pembayaran, kontraktor pun meminta ada pertemuan ulang yang harus dihadiri Walikota bersama Wakil Walikota dan para anggota DPRD Bontang.(*)

 

Laporan : Yuli & Mansur