Bontang. Belum hilang diingatan warga Bontang tentang sosok FS (20) warga Kelurahan Tanjung Laut Indah yang tega menganiaya anak tirinya NV (3) hingga meninggal dunia pada Minggu 30 April 2017 lalu.
Dimata masyarakat, pria yang berprofesi sebagai supir truk ini dikenal tertutup dan seolah enggan bersosialisasi bersama tetangga sekitar. Begitupun dengan istrinya RCA (20), pun dinilai kurang bermasyarakat.
Menurut salah satu tetangga tersangka, Kartini. Sehari-hari FS dan istrinya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, sejak mulai mengontrak tiga bulan lalu. Sehingga ia pun mengaku tak begitu mengetahui pribadi keduanya.
Namun begitu, Kartini pernah melihat korban NV mengalami luka lebam di bagian wajah, yang diduga akibat kekerasan yang dilakukan terhadap bocah malang tersebut.
“Lalu ada berita ternyata anaknya dibunuh, saya betul-betul marah mendengarnya. Bisa-bisanya ada orangtua kayak gitu,” ungkapnya saat ditemui Pktv Bontang di Gg Arwana 1 Bontang Selatan, Kamis 4 April 2017.
Senada salah satu tetangga lainnya, Sobirin, juga mengakui sangat jarang melihat FS dan istrinya bertegur sapa dengan warga sekitar. Sama seperti kartini, Sobirin mengaku juga pernah melihat korban mengalami luka lebam hingga bengkak pada bagian wajah.
“Hanya saja ibunya itu bilang anaknya lagi sakit gigi,” terangnya.
Baca Juga: Bocah Umur Tiga Tahun Tewas Dibunuh Ayah Tiri
Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka FS diketahui menganiaya anak tirinya NV yang masih berusia 3 tahun, hingga meninggal dunia dengan luka lebam di sekujur tubuh. Hal itu dilakukan tersangka lantaran kesal, sang anak tidak sengaja buang air dan mengenai bagian tubuh tersangka. Kini FS pun telah ditangkap Polres Bontang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. (*)
Laporan: Yulianti Basri
