Samarinda. Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda selama beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai wilayah kota. Banjir dan longsor terjadi di sejumlah titik, menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur publik serta menimbulkan korban jiwa.
Akses jalan terputus akibat jalan amblas dan longsor, termasuk jalur nasional yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Balikpapan yang dilaporkan ambrol dan putus total. Arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan melalui KM 1 Loa Janan, meskipun jalur alternatif tersebut juga terdampak banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Relawan juga turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi serta distribusi logistik.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas musibah yang terjadi. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa bencana ini menjadi pelajaran penting bagi pembangunan dan penataan lingkungan di Kota Samarinda ke depan. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sebagai upaya pencegahan bencana serupa.
“Hingga Rabu siang, banjir masih menggenangi beberapa titik di kota Samarinda. Status Bendungan Benanga masih berada dalam kondisi siaga. Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan menjauhi area yang terdampak banjir dan longsor,” ungkap Andi Harun.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah demi keselamatan bersama.
