Uncategorized  

Beras Basah Makin Tak Terawat, Pengunjung Kian Sepi

Bontang. Makin hari fasilitas di kawasan Wisata Beras Basah terlihat makin tak terawat. Seperti halnya jembatan penghubung menuju pulau yang telah rusak, dan belum juga mendapat perbaikan hingga saat ini. Begitupun dengan fungsinya sebagai tambatan kapal yang tidak lagi bisa dimanfaatkan, pasca diterjang gelombang.

Belum lagi, sejumlah tiang penyangga yang terbuat dari besi juga mulai keropos, dengan pondasi beton yang hancur akibat terjangan ombak. Tentu saja ini mempengaruhi daya tarik wisata andalan kota Bontang tersebut, melihat kondisi yang mulai tak nyaman untuk di datangi.

Berbagai kerusakan ini akhirnya menarik perhatian para pengusaha kapal yang tergabung dalam Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APTJWL) Bontang, yang mengaku telah berupaya melakukan perbaikan kembali jembatan dengan dana swadaya sejak satu bulan terakhir. Mengingat kondisi yang memprihatinkan di Beras Basah, juga berpengaruh terhadap penurunan pendapatan para penyedia jasa.

“Kami telah lakukan upaya perbaikan jembatan sebanyak dua kali dalam sebulan ini. Kondisi jembatan yang rusak, membuat tingkat kunjungan makin sepi,” ujar Ketua APJTWL Bontang, Bilhogen.

Menurutnya, penurunan pengunjung ke Beras Basah sejak kerusakan jembatan sangat drastis. Sebelumnya dalam sebulan bisa mencapai 100 kali pemberangkatan, namun kini maksimal hanya 60 kali pemberangkatan.

“Kondisi seperti ini sudah terjadi 3-4 bulan belakangan. Dan akhir-akhir ini makin sepi lagi,” tambahnya.

Bilhogen pun berharap Pemerintah dapat memperhatikan kondisi Beras Basarh saat ini, dan bisa melakukan perbaikan fasilitas di kawasan wisata tersebut. Agar tingkat kunjungan ke Beras Basah kembali meningkat seperti biasanya.

“Kami berharap pengelolaan objek wisata tak bisa hanya berharap dari swasta saja, pemerintah harus turun tangan jika ingin meraup pendapatan daerah dari sektor wisata,” pungkasnya.(*)

 

Laporan: Yulianti Basri