Uncategorized  

Dewan Pertanyakan Rendahnya Serapan Anggaran Semester Pertama 2022

Bontang. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengaku miris dengan capaian realisasi anggaran 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sepanjang enam bulan pertama di tahun 2022 ini. Pasalnya, serapan di semester pertama tahun ini jauh lebih rendah dari serapan anggaran di tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam, saat memimpin jalannya rapat kerja bersama dengan Pemerintah Kota Bontang, pada Selasa (12/7/2022). Dijelaskan Rustam, hingga 30 Juni 2022 realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang 2022 pada semester pertama baru mencapai 29,87% atau sebesar Rp 416 Miliar lebih dari total APBD sebesar Rp 1,3 Triliun. Artinya, masih tersisa anggaran sebanyak Rp 977 Miliar yang belum terealisasi.

“Bahkan dari 31 OPD  ada beberapa OPD yang realisasi anggarannya berada di bawah 20%. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota hanya sebesar 7,36% dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan hanya sebesar 19,29% serta dinas komunikasi dan informatika sebesar 19,51%,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Bontang Lainnya Yakni Nursalam. Menurut politikus Partai Golkar ini, idealnya serapan anggaran per 30 Juni 2022 berada di atas 50%, mengingat pelaksanaan kegiatan di anggaran murni memiliki waktu selama enam bulan. Adapun dirinya menilai rendahnya serapan anggaran semester pertama yang terus berulang di setiap tahunnya ini disebabkan oleh OPD yang suka meminta anggaran lebih besar dari jumlah anggaran yang sebenarnya dibutuhkan.

“Sehingga pada akhirnya tidak bisa menyerap anggaran secara maksimal dan berujung pada adanya silpa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bontang Sonny Suwito berdalih, rendahnya serapan anggaran di semester pertama 2022 ini disebabkan oleh beberapa OPD seperti Dinas PUPRK Dan Dinas Perkimtan yang penyerapan anggaran baru maksimal dilakukan pada semester kedua setiap tahunnya, lantaran pencairan berbagai proyek fisik baru dilakukan di Oktober dan November.

“Juga karena ada kebijakan pemerintah yang melakukan rasionalisasi anggaran sebesar 30% kepada seluruh OPD shingga serapan anggaran menjadi rendah,” jelasnya.

Diketahui, dari total 31 OPD di lingkup Pemkot Bontang, tak ada satu pun OPD yang berhasil mencapai realisasi anggaran sebesar 50%. Rata-rata OPD baru mencapai realisasi diangka 20– 40%.

sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 koi288 koi288 koi288 koi288 koibet4d koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sultan567 testi138 wak5000 sultan567 kode4d wak5000 sultan567 testi138 kode4d sultan567 kilat69 testi138 sultan567 wak5000 kilat69 sultan567 testi138 sawit188 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 koi288 sawit188 sawit188 kilat69 sawit188 kode4d kode4d kode4d sultan567 sawit188 kilat69 koibet4d koibet4d kilat69 koibet4d kode4d sawit188 koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 kode4d testi138 wak5000 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d sultan567 testi138 kode4d sultan567 sultan567 kode4d kode4d testi138 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sawit188 sawit188 sawit188 kode4d koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d
kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d